Bandara Kertajati Kejar 2,5 Juta Penumpang, Siapkan Sistem Multi Airport

Bandara Kertajati menargetkan 2,5 juta penumpang per tahun demi kemandirian operasional.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 11 April 2026, 11:00 WIB
Sebagian jemaah calon haji asal Jawa Barat (Jabar) berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Kertajati di Kertajati, Majalengka, Jabar. (Liputan6.com/Devira Prastiwi)

Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka optimistis target jumlah penumpang pesawat sebanyak 2,5 juta orang per tahun dapat tercapai. Target ini dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan kemandirian operasional Bandara Kertajati.

Direktur Utama PT BIJB, Ronald H. Sinaga, menyampaikan bahwa pencapaian jumlah penumpang tersebut akan membuat operasional bandara berjalan lebih mandiri tanpa ketergantungan pada anggaran pemerintah.

“Kalau sudah di angka 2,5 juta sampai 4 juta penumpang, operasional bisa jalan dan kewajiban bisa dicicil,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (11/4/2026). 

Saat ini, BIJB menargetkan capaian awal di kisaran 2 juta hingga 2,5 juta penumpang per tahun. Ronald menilai angka tersebut realistis, seiring adanya dukungan dari berbagai pihak terhadap pengembangan Bandara Kertajati.

Ia menyebut dukungan tersebut datang dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah. Sinergi lintas pihak ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan trafik penumpang di bandara tersebut.

 

Strategi Multi Airport System untuk Dongkrak Trafik

Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. (Dok Kemenko Infra)

Untuk mencapai target tersebut, BIJB telah menyiapkan sejumlah strategi dan menyampaikannya kepada pemerintah pusat. Salah satu langkah utama adalah penerapan konsep multi airport system, yakni skema berbagi trafik penerbangan dengan bandara lain.

Multi airport system itu kita sharing, bukan dipindahkan,” ujar Ronald.

Melalui skema ini, sebagian slot penerbangan dari bandara utama dapat dialihkan ke Kertajati. Misalnya, pada rute dengan frekuensi tinggi, sebagian jadwal penerbangan bisa dipindahkan untuk meningkatkan utilisasi Kertajati.

“Kalau ada satu rute sampai 10 kali sehari, kenapa tidak satu atau dua dialihkan ke Kertajati,” jelasnya.

Selain itu, BIJB juga telah menerima dukungan dari Kementerian Perhubungan berupa surat kepada maskapai dan instansi terkait untuk mendorong penerbangan dari Kertajati.

“Sekarang waktunya pelaksanaan. Harapan kami semua ini bisa segera dijalankan,” kata Ronald.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya