Kapan Vaksin Campak Diberikan? Ini Jadwal Imunisasi Anak dan Rekomendasi untuk Dewasa

Dengan memahami kapan vaksin campak diberikan, masyarakat diharapkan tidak lagi menunda imunisasi.

oleh Aditya Eka PrawiraDiterbitkan 12 April 2026, 06:00 WIB
Kapan vaksin campak diberikan? Simak jadwal imunisasi anak dan rekomendasi vaksin MMR untuk dewasa guna cegah risiko komplikasi serius. (Ilustrasi Foto: AFP/Johannes Eisele)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus campak kembali meningkat dan menjadi sorotan publik. Penyakit yang kerap dianggap ringan ini ternyata bisa berdampak serius, bahkan fatal. Di tengah tren kenaikan kasus di Indonesia, pertanyaan penting yang sering ditanya adalah 'kapan vaksin campak diberikan agar perlindungan maksimal bisa tercapai?'

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk jumlah kasus campak terbanyak, dengan lebih dari 17 ribu kasus sepanjang 2025. Angka ini terus berlanjut di awal 2026, menandakan bahwa pencegahan melalui imunisasi masih menjadi tantangan besar.

Mengapa Vaksin Campak Penting?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis, dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), MSc (TropPaed) menjelaskan bahwa campak adalah infeksi virus yang sangat menular melalui udara. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 12 hingga 18 orang lain dalam populasi rentan.

Virus ini, lanjut Nina, bahkan bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan. Tidak hanya itu, komplikasi campak bisa sangat serius, mulai dari pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian.

Bahkan, efek jangka panjang seperti penurunan sistem kekebalan tubuh juga bisa terjadi. Dampak jangka panjangnya sangat mengkhawatirkan, salah satunya adalah immune amnesia, ketika sistem kekebalan tubuh seperti 'di-reset' kembali.

Lebih lanjut Nina mengatakan bahwa setelah terkena campak, tubuh anak bisa kehilangan hingga 73 persen memori antibodi terhadap penyakit lain. "Artinya, anak menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain meski sebelumnya sudah memiliki kekebalan," kata Nina.

Kapan Vaksin Campak Diberikan pada Anak?

Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal imunisasi campak pada anak harus diberikan secara bertahap untuk memastikan perlindungan optimal:

  • Usia 9 bulan: dosis pertama vaksin MR (Measles-Rubella)
  • Usia 15 s.d 18 bulan: dosis kedua vaksin MR/MMR
  • Usia 5–7 tahun: dosis ketiga atau booster MR/MMR

Nina mengingatkan bahwa pemberian vaksin ini penting dilakukan tepat waktu, terutama karena anak-anak termasuk kelompok paling rentan terhadap penularan campak, terutama saat mulai aktif berinteraksi di lingkungan seperti sekolah.

Dia juga mengingatkan bahwa momen seperti libur Lebaran atau awal masuk sekolah meningkatkan risiko penularan. "Interaksi di ruang tertutup seperti kelas atau transportasi umum sangat mempermudah penyebaran virus," ujarnya.

 

Bagaimana dengan Orang Dewasa?

Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga kini menjadi kelompok yang perlu diwaspadai. Sekitar 8 persen  kasus campak di Indonesia terjadi pada usia dewasa, terutama mereka yang belum memiliki kekebalan.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan vaksin MMR untuk orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin lengkap atau tidak memiliki bukti kekebalan.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI, FINASIM menegaskan pentingnya vaksinasi bagi kelompok berisiko tinggi.

"Bagi orang dewasa yang belum menerima dua dosis vaksin atau tidak memiliki bukti kekebalan, vaksinasi MMR sangat penting untuk mencegah komplikasi berat dan membantu mencapai herd immunity sebesar 95 persen," katanya.

Kelompok dewasa yang disarankan untuk vaksinasi meliputi:

  1. Tenaga kesehatan
  2. Pelaku perjalanan ke daerah endemis
  3. Individu yang tinggal di lingkungan padat
  4. Orang dengan penyakit kronis atau gangguan imun

Sukamto menambahkan bahwa kekebalan terhadap campak bisa menurun seiring waktu. "Antibodi bisa berkurang 15 s.d 20 tahun setelah vaksinasi. Ini yang disebut waning immunity," ujarnya.

Di tengah meningkatnya kasus campak, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran. Tidak hanya melindungi diri sendiri, vaksinasi juga membantu melindungi orang-orang di sekitar, terutama mereka yang rentan.

County Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, menekankan pentingnya edukasi dan akses informasi yang benar.

"Memastikan imunisasi lengkap dan mencari informasi dari sumber terpercaya adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya