Liputan6.com, Jakarta - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), produsen susu Cimory akan membagikan dividen final 2025 sebesar Rp 100 per saham. Dividen final itu sebesar Rp 793,46 miliar.
Pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 9 April 2026. Seiring pembagian dividen final itu, perseroan total membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 1,59 triliun atau setara 78,06% dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025 yang mencapai Rp 2,03 triliun. Dividen interim 2025 yang dibagikan sebelumnya sebesar Rp 100 atau Rp 793,47 miliar yang telah dibayar pada 30 Oktober 2025. Demikian mengutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/4/2026).
Advertisement
"Sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk pengembangan kegiatan usaha perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Perseroan membagikan dividen dengan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain:
- Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2,03 triliun
- Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 2,96 triliun
- Total ekuitas sebesar Rp 6,78 triliun
Jadwal Pembagian Dividen
Berikut jadwal pembagian dividen perseroan:
- Tanggal efektif pada 9 April 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 17 April 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 20 April 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 21 April 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 22 April 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 21 April 2026, waktu 16:00
- Tanggal pembayaran dividen pada 30 April 2026
Susunan Pengurus Perseroan
Selain itu, dalam RUPST pada Kamis, 9 April 2026 menyetujui pengangkatan kembali anggota dewan komisaris dan direksi perseroan untuk 2026-2031 dengan susunan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Bambang Sutantio
- Komisaris: Wenzel Sutantio
- Komisaris Independen: Alexander Steven Rusli
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Farell Grandisuri
- Direktur: Axel Sutantio
- Direktur: Bharat Shah Joshi
- Direktur: Martua Parningotan Sihaloho
- Direktur: Arjoso Wisanto
- Direktur: Pamungkas Bayu Triprasetyo
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 10 April 2026, harga saham CMRY naik 0,45% menjadi Rp 4.470 per saham. Harga saham CMRY dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 4.470 per saham. Saham CMRY berada di level tertinggi Rp 4.570 dan level terendah Rp 4.400 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.879 kali dengan volume perdagangan saham 43.427 saham. Nilai transaksi Rp 19,3 miliar.
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), produsen susu Cimory mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (27/2/2026), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk meraup pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 10,72 triliun pada 2025. Pendapatan tersebut naik 18,81% dari 2024 sebesar Rp 9,02 triliun.
Beban pokok penjualan bertambah 18,75% menjadi Rp 5,86 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,94 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 18,8% dari Rp 4,08 triliun pada 2024 menjadi Rp 4,85 triliun.
Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 2,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,20 triliun. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 200,75 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 208,31 miliar.
Perseroan mencatat laba usaha naik 35,76% menjadi Rp 2,26 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,67 triliun.
Pendapatan keuangan perseroan bertambah menjadi Rp 261,47 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 225,23 miliar. Perseroan mencatat kenaikan laba kurs yang signifikan. Laba atas selisih kurs melonjak 117,34% menjadi Rp 10,32 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,75 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan naik 34,42% menjadi Rp 2,56 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,90 triliun. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 33,79% menjadi Rp 2,03 triliun dari 2024 sebesar Rp 1,51 triliun.
Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 256,20 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 191,48.
Ekuitas naik 0,48% menjadi Rp 6,78 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 6,75 triliun. Liabilitas perseroan melompat 35,91% menjadi Rp 1,95 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,43 triliun. Aset naik 6,7% menjadi Rp8,74 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 8,19 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 947,92 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,28 triliun.