BEI Titip 3 Pesan Penting ke BSA Logistik Usai IPO Perdana 2026

BEI menyampaikan 3 pesan utama kepada PT BSA Logistik Indonesia Tbk (BSA) usai resmi melantai di bursa sebagai emiten pertama di 2026

oleh Tira SantiaDiterbitkan 10 April 2026, 17:19 WIB
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tiga pesan utama kepada PT BSA Logistik Indonesia Tbk (BSA) usai resmi melantai di bursa sebagai emiten pertama pada 2026. 

Momentum pencatatan ini menjadi awal perjalanan BSA memasuki arena publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, terutama investor.

Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa status sebagai perusahaan terbuka menuntut kesiapan lebih dalam memenuhi ekspektasi regulator dan pasar. Ia menyebut, kepercayaan investor akan sangat ditentukan oleh konsistensi perusahaan dalam menjalankan prinsip-prinsip utama sebagai emiten.

“Hari ini kita menjadi saksi PT BSA Logistik Indonesia TBK memulai perjalanannya memasuki apa yang kita maksudkan sebagai public arena, arena publik dengan multiple stakeholder,” kata Nyoman dalam Pencatatan Perdana Saham PT BSA Logistik Indonesia Tbk, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Pesan pertama yang ditekankan BEI adalah pentingnya governance atau tata kelola perusahaan. BSA diharapkan terus memperkuat praktik good corporate governance dengan meningkatkan transparansi informasi kepada publik.

Menurut Nyoman, informasi yang disampaikan harus relevan, akurat, dan dapat dipercaya. Hal ini menjadi fondasi utama dalam membangun serta menjaga kepercayaan pasar, terutama di tengah meningkatnya ekspektasi investor terhadap keterbukaan perusahaan publik.

“Penerapan good governance yang konsisten menjadi pondasi utama dalam membangun dan menjaga trust dari market,” ujarnya.

 

 

 

 

Jaga Kinerja Operasional Logistik

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pesan kedua berkaitan dengan operational excellence. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor logistik, BSA diingatkan untuk menjaga keandalan operasional yang bersifat sangat dinamis dan sensitif terhadap waktu.

BEI menilai bisnis logistik menuntut efisiensi tinggi, ketepatan waktu pengiriman, serta kualitas layanan yang konsisten. Keterlambatan distribusi tidak hanya berdampak pada biaya, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.

“Oleh karena itu, perseroan diharapkan menjaga keandalan jaringan distribusi, mengoptimalkan efisiensi perusahaan, dan memastikan on-time delivery dan kualitas layanan. Tentu Bapak dan Ibu (WBSA) lebih tahu dari kami dalam logistik, keterlambatan berarti cost dan ketidaktepatan delivery mengakibatkan hilangnya kepercayaan,” ujarnya.

Pesan Lainnya

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pesan ketiga adalah pentingnya pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. BEI menekankan agar dana hasil IPO digunakan secara disiplin sesuai dengan prospektus yang telah disampaikan kepada publik. 

BSA diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan berkualitas (sustainable growth) yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Dengan strategi yang tepat, perusahaan diyakini dapat memanfaatkan peluang yang terbuka setelah menjadi perusahaan publik.

“Perseroan diharapkan mampu menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkualitas atau yang kita sebut sustainable growth. Dengan sustainable growth diharapkan perusahaan akan dapat menciptakan value bagi para shareholder,” pungkasnya.

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya