Operasi Jantung Cukup 90 Menit di RS Jantung Jakarta

RS Jantung Jakarta menawarkan konsep '90 Minutes Door to Baloon'. Apa ya maksudnya?

oleh Fitri Syarifah diperbarui 05 Jul 2013, 17:00 WIB
Tingginya angka kematian akibat penyakit jantung di Indonesia, membuat RS Jantung Jakarta menawarkan konsep '90 Minutes Door to Baloon'. Apa ya maksudnya?

Menurut Komisaris Utama sekaligus Dokter Bedah Thoraks Kardiovaskular Rumah Sakit Jantung Jakarta Dr. dr. Fathema Djan, DpBTKV, ini merupakan konsep cepat dan terpadunya penanganan pasien gawat darurat.

"Di rumah sakit ini, kita memiliki penanganan pasien gawat darurat yang didukung dengan pembangunan RS yang memudahkan pasien dan dokternya," kata Fathema saat soft opening RS. Jantung Jakarta, Jumat ( 5/7/2013).

Menurut Fathema, fasilitas kedokteran yang dibutuhkan seperti cathlab, MSCTT dan X-Ray ada pada ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) di lantai 1, jaraknya berdekatan. Jadi memudahkan pasien dan dokter untuk menjangkaunya.

Menurut Direktur Utama RS Jantung Jakarta, dr. Muhammad Andi Yasin, ketika pasien sampai rumah sakit, cuma butuh setengah langkah saja untuk sampai ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang berada di lantai satu. Saat pasien hendak diberi tindakan, dari ruang IGD ke ruang operasi, cuma butuh lima langkah.

"Selesai pasien diperiksa di lab, akan dilakukan prosedur revaskularisasi. Pada pasien jantung koroner, prosedur dilakukan dengan membuka pembuluh darah kurang dari 90 menit," jelas Fathema.

Karena pasien jantung harus ditangani secara cepat, Fathema berharap ke depannya bukan hanya bisa bisa menangani pasien selama 90 menit tapi 30 menit.

"Kita punya dokter-dokter hebat yang tidak kalah dengan luar negeri. Semua pengerjaan dilakukan oleh dokter lokal.  revaskularisasi bisa dilakukan dengan cepat dan aman. Door to ballon ini bisa jadi solusi,"jelasnya.

(Fit/Abd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya