Laba Bank OCBC Tembus Rp 5,1 Triliun pada 2025, Ini Penopangnya

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) meraup laba Rp 5,1 triliun pada 2025. Sementara itu, kredit tumbuh 2%.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 09 April 2026, 16:06 WIB
Paparan publik tahunan Bank OCBC (OCBC), Kamis (9/4/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencetak laba Rp 5,1 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025. Return on Equity (ROE) atau imbal hasil atas ekuitas juga naik 12,2%.

“Dalam tahun 2025, bank kembali membuat kinerja berkelanjutan. Kalau kita lihat adalah laba bersih tumbuh 4% menjadi Rp 5,1 triliun. Dengan ROE (Return on Equity) atau income on equity sebesar 12,2%,” kata Direktur Bank OCBC Hartati dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, di OCBC Tower, Kamis (9/4/2026).

Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan tumbuh 2% menjadi Rp 173 triliun. Pertumbuhan ini tetap diiringi dengan kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,9%, lebih rendah dari rata-rata industri.

“Total kredit yang disalurkan tumbuh 2% menjadi Rp 173 triliun. Dengan kualitas kredit yang terjaga, yang terjemahin pada NPL ratio sebesar 1,9%. Di mana ratio ini lebih rendah dari rata-rata industri,” ujarnya.

Di sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) meningkat signifikan sebesar 18% menjadi Rp 244 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan giro dan tabungan (CASA) yang melonjak 24%, sehingga rasio CASA mencapai 58% pada akhir 2025.

Perseroan juga didukung permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,5%, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi bisnis ke depan.

Pendapatan Non-Bunga Jadi Penopang Efisiensi Meningkat

Hartati menyampaikan pada 2025, pendapatan bunga bersih bank tercatat mengalami penurunan seiring perlambatan pertumbuhan kredit serta penurunan margin bunga bersih.

"Pendapatan non-bunga pada tahun 2025 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, terutama didukung oleh kenaikan dari pendapatan penjualan surat berharga dan juga pendapatan transaksi valuta asing yang dipengaruhi oleh kondisi pasar,” ujarnya.

Dari sisi efisiensi, bank mencatat perbaikan yang tercermin dari Cost-to-Income Ratio (CIR) sebesar 47,1%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, rasio BOPO juga terjaga di level 69,6%. Perbaikan efisiensi ini didukung oleh peningkatan pendapatan non-bunga, sementara biaya operasional hanya tumbuh terbatas sebesar 1,4%.

 

 

 

Kualitas Aset Terjaga

Direktur Bank OCBC Hartati saat Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, di OCBC Tower, Kamis (9/4/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Penyaluran kredit PT Bank OCBC NISP Tbk terdiversifikasi ke berbagai sektor ekonomi. Kredit produktif mendominasi dengan porsi 84%, yang terdiri dari kredit modal kerja sebesar 41% dan kredit investasi 43%, sementara kredit konsumsi mencapai 16%.

"Kalau kita lihat komposisi kredit yang disalurkan untuk sektor produktif mencapai 84% yang terdiri dari kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 41% dan 43% sedangkan kredit konsumsi sebesar 16%,” ujarnya.

Bank juga konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian, tercermin dari kualitas aset yang tetap solid. Rasio NPL bruto tercatat sebesar 1,9% dan NPL net sebesar 0,8% pada akhir 2025. Selain itu, perseroan telah menyiapkan pencadangan yang memadai dengan coverage ratio mencapai 226%, memberikan bantalan kuat terhadap potensi risiko kredit.

 

OCBC NISP Ditetapkan OJK Sebagai Induk Konglomerasi Keuangan Operasional

PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC). (Foto: OCBC)

Sebelumnya, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) resmi ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional atas Konglomerasi Keuangan OCBC. 

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/10/2025), persetujuan ini tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) OJK No. KEP-14/KS.1/2025 tanggal 16 September 2025 dan disampaikan melalui surat OJK No. SR-38/KS.13/2025 pada 24 September 2025.

Dengan keputusan tersebut, Bank OCBC NISP akan menjadi PIKK operasional yang membawahi sejumlah entitas dalam struktur konglomerasi keuangan OCBC di Indonesia, yakni:

  • PT Bank OCBC NISP Tbk sebagai induk,
  • PT OCBC Sekuritas Indonesia,
  • PT Great Eastern General Insurance Indonesia,
  • PT Great Eastern Life Indonesia, dan
  • PT OCBC NISP Ventura.

Perseroan menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemenuhan kewajiban sesuai keputusan OJK tersebut paling lama dalam waktu satu tahun sejak tanggal keputusan.

Keterbukaan informasi ini disampaikan mengacu pada Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang keterbukaan informasi atau fakta material serta POJK No. 45 Tahun 2024 mengenai pengembangan dan penguatan emiten dan perusahaan publik.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya