Seluruh Dokter Internship di Indonesia Bakal Dapat Vaksinasi Campak

Bukan cuma di daerah tinggi kasus campak, seluruh dokter internship di Indonesia menjadi target vaksinasi campak.

oleh Benedikta DesideriaAde Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 09 April 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi dokter/dok. Unsplash Hush Naidoo

Liputan6.com, Jakarta - Selain tenaga medis dan tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi, Kementerian Kesehatan mengungkapkan dokter internship atau dokter magang di seluruh Indonesia bakal menjadi target vaksinasi campak usia dewasa. 

"Juga ditambah dengan 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani internship di seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, L. Rizka Andalusia.

"Jadi, untuk dokter umum dan dokter gigi yang internship, itu untuk seluruh Indonesia. Sedangkan untuk tenaga kesehatan dan tenaga medis itu untuk di 14 provinsi," perjelas Rizka dalam temu media di gedung BPOM, Rabu (8/4/2026).

Mengenai rincian di 14 provinsi yakni 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan yang menjadi target prioritas vaksinasi campak dewasa. Pemberian vaksinasi campak ini merupakan upaya untuk melindungi tenaga kesehatan dan tenaga medis mengingat adanya kejadian luar biasa (KLB) campak di beberapa wilayah Indonesia.

"Tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi,” kata Rizka.

Terkait ketersediaan vaksin, Rizka menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan mempunyai logistik vaksin. Saat ini, ketersediaan vaksin measles-rubella (MR) yang digunakan untuk program pemerintah itu jumlahnya sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia.

“Tingkat ketersediaannya kalau diukur adalah sekitar 5,5 bulan. Jadi kami memang menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan jadi rusak,” kata Rizka.

Dia menambahkan, Kemenkes memiliki suatu mekanisme pemantauan vaksin yang disebut Sistem Pemantauan Logistik Imunisasi Elektronik (SMILE) untuk memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten, kota sampai ke puskesmas. Sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real time.

Per 7 April Vaksin Campak Bio Farma Dapat Izin untuk Dewasa

Pada 7 April 2026 BPOM secara resmi menetapkan persetujuan penggunaan vaksin campak produksi Bio Farma untuk kelompok usia dewasa yang berisiko terinfeksi campak. 

Keputusan ini diambil sebagai langkah memperkuat ketahanan kesehatan Indonesia. Untuk sampai pada keputusan ini, BPOM telah melaksanakan evaluasi berbasis data dan kolaborasi. Konsultasi strategis dan meminta masukan teknis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah dilakukan.

“Kami juga koordinasi ahli melibatkan komite nasional penilai obat untuk peninjauan independen yang mendalam. Kemudian analisa data dan evaluasi ketat terhadap uji klinik semua vaksin yang ada,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar di kesempatan yang sama.

Taruna mengatakan bahwa kehadiran vaksin campak produksi Bio Farma ini menambah pasokan vaksin campak untuk orang dewasa. Sebelumnya vaksin measles-rubella dari GSK dan MSD sudah dapat izin bisa digunakan pada orang dewasa tapi jumlahnya terbatas. 

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya