Raihaanun Syuting Serial Tante Sonya Bareng Maxime Bouttier, Tak Perlu Minta Izin ke Luna Maya

Terang-terangan, Raihaanun ngaku tak perlu minta izin ke Luna Maya saat beradu akting dengan Maxime Bouttier dalam serial Tante Sonya. Begini katanya.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 09 April 2026, 10:00 WIB
Terang-terangan, Raihaanun ngaku tak perlu minta izin ke Luna Maya saat beradu akting dengan Maxime Bouttier dalam serial Tante Sonya. Begini katanya. (Foto: Dok. Instagram @raihaanun)

Liputan6.com, Jakarta - Aktris peraih dua Piala Citra, Raihaanun syuting serial Tante Sonyareboot dari film Catatan Harian Tante Sonya yang dibintangi Ayu Azhari pada 1994. Memerankan Sonya, ia beradu akting dengan Maxime Bouttier, Hamish Daud, hingga Dinda Kirana. Terang-terangan, Raihaanun mengaku tak perlu minta izin ke Luna Maya. Ia kenal Maxime Bouttier sejak lama dan menyanjung keterbukaan dan sikap kooperatif sang aktor di lokasi syuting.

Ini memudahkan Raihaanun dalam menyelami tokoh Sonya. “Aku kagum sama Maxime. Tadi apa nanyanya? Sudah izin sama Luna Maya belum? Enggak, enggak saya enggak pakai izin. Keterbukaan Maxime membuat saya mudah untuk membangun chemistry. Maxime sangat terbuka akan adegan-adegan atau scene yang harus didiskusikan,” kata Raihaanun. “Jadi saya enggak perlu izin,” ia menyambung.

Tante Sonya digarap sineas Ardy Octaviand. Kerja bareng kawan-kawan lama membuat Raihaanun nyaman selama reading hingga jelang syuting. Sebagai langkah awal, ia memahami karakter dan latar belakang Sonya, yang digambarkan sebagai pekerja kantoran kaku.

Umurnya sekitar empat puluhan. Menyelami kondisi psikis wanita karier berusia kepala empat dan belum bertemu jodoh sangat menarik. Raihaanun mencari apa saja yang membuat wanita usia 40-an merasa insecure. Jawabannya beragam dan bisa jadi hal-hal simpel.

“Sejak dapat premis dan sinopsis Tante Sonya, saya menyelami cerita serta dialog-dialognya. Menyelami rasa insecure perempuan itu menarik karena umur saya dengan Sonya juga tidak jauh. Kadang, makin berumur, makin tambah insecure buat mereka,” beri tahu Raihaanun.

 


Perkara Uban

Raihaanun. (Foto: Dok. Instagram @raihaanun)

“Contoh, tumbuh uban. Dan itu dibahas dalam serial ini. Hal-hal seperti itu, ternyata enggak semua orang menganggapnya sebagai kekurangan,” ungkap bintang film Layangan Putus.

Diproduksi Rapi Films sebanyak 10 episode, topik utama Tante Sonya adalah age-gap. Kisahnya berfokus pada Sonya (Raihaanun), wanita karier sukses berusia 42 tahun, bertemu lagi dengan Ben (Maxime Bouttier), pemuda 28 tahun yang pernah hadir di masa lalu.


Kaku, Tegang, Galak, Tegas

Raihaanun. (Foto: Dok. Instagram @raihaanun)

Kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2026), Raihaanun mengulas kondisi psikis wanita usia kepala empat tapi belum nikah yang sering diasosasikan dengan kaku dan galak alias judes. Insecure kerap membentuk mekanisme sikap tersebut.

“Lalu terbentuk mekanisme sikap menjadi lebih kaku, tegang, galak, dan tegas, itu untuk menutupi kekurangan yang sebenarnya enggak apa-apa, di mata Ben. Romantisme antara Ben dan Sonya, adalah percintaan dewasa dan meaningful,” urai Raihaanun.

 


Sebenarnya Bukan Remake

Sementara itu, produser Rapi Films, Sunil Samtani menjelaskan Tante Sonya menandai kali pertama kolaborasinya dengan WeTV. “Kolaborasi pertama ini sebenarnya bukan remake, tapi pembuatan ulang cerita Tante Sonya agar lebih relate dengan situasi saat ini,” ucapnya.

Executive Producer and Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menyambut hangat serial Tante Sonya. “Kami sudah memproduksi lebih dari 50 original series. Berdasarkan data, kami melihat genre age gap salah satu yang memiliki performa menonjol,” ulas Febriamy Hutapea.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya