Saksikan Sinetron Beri Cinta Waktu Episode Rabu 8 April Pukul 20.00 WIB di SCTV

Saksikan Sinetron Beri Cinta Waktu Episode Rabu 8 April Pukul 20.00 WIB di SCTV.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 08 April 2026, 18:25 WIB
Adhisty Zara debut di laya kaca lewat sinetron SCTV Beri Cinta Waktu. Beragam posenya di lokasi syuting bareng Yesaya Abraham mencuri perhatian pemirsa. (Foto: Dok. Instagram @zaraadhsty)

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Beri Cinta Waktu Episode Rabu 8 April mengisahkan, Aditya akhirnya berhadapan langsung dengan sosok misterius yang selama ini hanya muncul dengan hoodie hitam. Ketika pria itu membuka identitasnya, terungkap bahwa dia adalah Andra. Tanpa basa-basi, Aditya langsung menanyakan soal Herlina—apakah pelariannya berhasil sesuai rencana. Andra dengan tenang mengangguk, memastikan bahwa semua berjalan persis seperti yang telah ia atur. Mendengar itu, Aditya tampak terkejut, apalagi mengingat Andra melakukan aksinya di depan Trian. Namun Andra justru menanggapinya dengan santai, bahkan sedikit meremehkan. Ia sengaja membiarkan Trian merasa unggul, karena menurutnya itu hanya bagian dari strategi besar. Pada akhirnya, Andra yakin semua kendali tetap ada di tangannya.

Sementara itu, di tempat lain, Trian berkumpul bersama Damar dan Laras untuk menyusun langkah berikutnya. Dengan nada serius, Trian menegaskan bahwa fokus mereka kini telah berubah. Bukan lagi sekadar mengejar Herlina, melainkan mengungkap identitas pria misterius berhoodie hitam yang jelas menjadi kunci di balik pelarian tersebut. Mereka menyadari bahwa tanpa menemukan sosok itu, semua upaya mereka akan sia-sia.

Di sisi lain, Andra menemui Herlina secara langsung. Herlina yang penasaran segera menanyakan rencana selanjutnya. Andra menjawab dengan penuh keyakinan bahwa ia sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Jawaban itu membuat Herlina tersenyum puas sekaligus bangga melihat kecerdikan anaknya dalam mengatur situasi yang rumit ini.

Tak lama kemudian, Trian bersama Rama, Bimo, dan Jono bergerak menuju sebuah lokasi yang mereka curigai sebagai markas pria misterius tersebut. Dengan penuh kewaspadaan, mereka memasuki tempat itu. Namun dugaan mereka meleset—alih-alih menemukan jawaban, mereka justru terjebak. Seketika situasi berubah menjadi genting ketika mereka dikepung dari berbagai arah. Tanpa pilihan lain, perkelahian pun pecah, memaksa mereka bertarung demi menyelamatkan diri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya