Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik

Bagaimana Korea Selatan merespons peluncuran terbaru oleh Korea Utara?

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 08 April 2026, 12:39 WIB
Ilustrasi Korea Utara (Dok. AFP)

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Timur pada hari Rabu (8/4/2026). Demikian diumumkan militer Korea Selatan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Wonsan di Korea Utara sekitar pukul 08.50 waktu setempat. Ini merupakan peluncuran rudal balistik keempat yang diketahui dilakukan Korea Utara tahun ini.

"Militer kami tetap menjaga kesiapsiagaan penuh sambil terus berbagi informasi mengenai rudal balistik Korea Utara dengan pihak Amerika Serikat (AS) dan Jepang, di tengah peningkatan pengawasan terhadap kemungkinan peluncuran tambahan," demikian pernyataan mereka seperti dikutip dari kantor berita Yonhap.

Peluncuran ini terjadi hanya sehari setelah Korea Utara menembakkan proyektil tak dikenal dari wilayah Pyongyang pada hari Selasa (7/4), yang saat ini masih dalam tahap analisis oleh intelijen Korea Selatan dan AS.

Proyektil, yang diyakini diluncurkan pada Selasa pagi, tersebut menghilang tak lama setelah ditembakkan dan diduga mengalami kegagalan.

Peluncuran berturut-turut ini terjadi setelah Presiden Lee Jae Myung menyampaikan penyesalan atas insiden penerbangan drone oleh individu ke Korea Utara pada hari Senin (6/4).

Dalam rapat kabinet, Lee menyatakan bahwa insiden drone tersebut telah menimbulkan ketegangan militer yang tidak perlu dengan Pyongyang. Pernyataannya muncul setelah jaksa pekan lalu mendakwa tiga orang yang dituduh menerbangkan drone ke Korea Utara antara September hingga Januari.

Beberapa jam setelah pernyataan Lee, Kim Yo Jong—adik perempuan berpengaruh dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un—mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa pemimpin Korea Utara menilai Lee memiliki sikap yang terbuka, terus terang, dan berpikiran luas.   

Meski demikian, ia memperingatkan Seoul agar menghentikan provokasi yang sembrono terhadap Pyongyang dan tidak mencoba melakukan kontak, alih-alih hanya berbicara tentang pentingnya perdamaian dan keamanan.

Sebelumnya, Korea Utara terakhir kali menembakkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Timur pada 14 Maret, saat latihan militer musim semi tahunan antara Korea Selatan dan AS sedang berlangsung. Media pemerintah Korea Utara melaporkan keesokan harinya bahwa mereka melakukan latihan serangan daya tembak yang melibatkan peluncur roket multipel ultra-presisi berkaliber 600 mm.

Hingga saat ini, Korea Utara belum merilis laporan resmi terkait peluncuran rudal-rudalnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya