Bayern Munchen Mengeluh ke UEFA Tentang Atap Stadion Bernabeu Jelang Duel Lawan Real Madrid

Bayern Munchen khawatir atap tertutup Bernabeu jelang lawan Real Madrid di Liga Champions. Faktor atmosfer dan kebisingan jadi sorotan utama.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 07 April 2026, 15:06 WIB
TIga gol Federico Valverde di babak pertama membawa Real Madrid meraih kemenangan krusial di leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Tampak dalam foto, pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan golnya pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Manchester City di stadion Santiago Bernabeu, Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat atau Kamis 12 Maret 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Bayern Munchen melayangkan kekhawatiran jelang duel panas melawan Real Madrid. Sorotan kali ini bukan soal taktik, melainkan kondisi stadion Santiago Bernabeu.

Pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions akan digelar Rabu (8/4) dini hari WIB. Laga ini diprediksi berlangsung dalam atmosfer yang sangat intens.

Namun, perhatian Bayern justru tertuju pada fitur atap stadion Bernabeu. Stadion milik Real Madrid itu kini memiliki teknologi atap yang bisa dibuka dan ditutup.

Kubu Bayern Munchen disebut telah menyampaikan kekhawatiran kepada UEFA. Mereka menilai kondisi stadion dengan atap tertutup bisa memberi keuntungan besar bagi tuan rumah.

Situasi ini menambah bumbu jelang laga besar. Bernabeu tak hanya jadi venue, tetapi juga berpotensi menjadi faktor penentu hasil pertandingan.


Bayern Khawatir Atmosfer Bernabeu Jadi Terlalu Ekstrem

Kandang Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu. (AFP/Gerard Julien)

Kekhawatiran Bayern Munchen bukan tanpa alasan. Mereka menilai atap tertutup akan menciptakan atmosfer yang jauh lebih intens di dalam stadion.

Dengan atap tertutup, suara suporter akan terperangkap dan menciptakan tingkat kebisingan yang tinggi. Hal ini diyakini bisa memberi tekanan ekstra bagi tim tamu.

Selain itu, kondisi lingkungan di dalam stadion juga akan berbeda. Sirkulasi udara dan suhu bisa berubah, menciptakan situasi yang tidak biasa bagi pemain.

Bayern menilai faktor-faktor ini bisa memengaruhi performa di lapangan. Mereka pun merasa perlu menyampaikan hal tersebut kepada UEFA sebagai bentuk perhatian serius.


Real Madrid Siap Manfaatkan Bernabeu sebagai Senjata

Ekspresi winger Real Madrid, Vinicius Junior usai membobol gawang Atletico Madrid, Senin (23/3/2026) (AP Photo/Manu Fernandez)

Di sisi lain, Real Madrid justru melihat fitur atap ini sebagai keuntungan. Sejak renovasi stadion, mereka kerap menggunakan atap tertutup pada laga-laga besar.

Bernabeu dengan atap tertutup disebut mampu menghadirkan atmosfer yang lebih menekan. Dukungan suporter terasa lebih kuat dan intim di dalam stadion.

Untuk laga melawan Bayern Munchen, kondisi serupa diperkirakan akan terjadi. Stadion sudah terjual habis dan para Madridista siap menciptakan tekanan maksimal.

Secara regulasi, keputusan penggunaan atap berada di tangan delegasi pertandingan UEFA dan wasit. Namun, klub tuan rumah tetap memiliki pengaruh besar dalam keputusan tersebut.

Dengan semua faktor ini, duel Real Madrid vs Bayern Munchen bukan hanya soal kualitas tim. Atmosfer stadion berpotensi menjadi elemen krusial yang menentukan jalannya laga.

Sumber: AS

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya