Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon buah di halaman rumah kini jadi tren di Indonesia, terutama di tengah gaya hidup sehat dan keinginan punya sumber pangan sendiri. Banyak orang mulai memanfaatkan lahan sempit di rumah minimalis untuk berkebun, karena selain mempercantik tampilan rumah, juga bisa menghasilkan buah segar setiap hari. Namun, kekhawatiran soal akar pohon yang bisa merusak pagar atau pondasi masih jadi pertimbangan utama sebelum mulai menanam.
Padahal, ada banyak pilihan pohon buah di halaman yang akarnya tidak merusak pagar karena memiliki sistem akar dangkal atau tidak agresif. Jenis tanaman seperti ini cenderung tumbuh di lapisan atas tanah dan tidak menekan struktur bangunan, sehingga lebih aman untuk rumah-rumah di Indonesia yang lahannya terbatas. Dengan pemilihan jenis yang tepat dan jarak tanam yang sesuai, kamu tetap bisa punya halaman hijau, produktif, dan aman tanpa khawatir merusak pagar rumah.
Advertisement
1. Pohon Jeruk
Pohon buah pertama yang merupakan pilihan populer adalah pohon jeruk. Hal ini karena ukurannya yang cenderung mungil dan tajuknya yang mudah dibentuk. Sistem perakaran pohon ini tidak bersifat agresif sehingga tidak akan memberikan tekanan besar pada struktur pondasi pagar.
Di samping itu, penanaman jeruk nipis atau lemon di area terbatas sangat efektif untuk menghijaukan halaman tanpa risiko retakan tembok. Pertumbuhan akar yang terkendali membuat tanaman ini menjadi favorit bagi pemilik rumah dengan lahan minimalis.
2. Delima
Pohon buah selanjutnya yaitu delima. Buah ini termasuk dalam kategori tanaman perdu yang memiliki karakter pertumbuhan akar cenderung dangkal dan menyebar terbatas. Pohon ini tidak akan merusak pondasi bangunan di sekitarnya karena volume akarnya yang relatif kecil dibandingkan pohon besar lainnya.
Selain memberikan tampilan estetis dengan bunga merahnya, delima juga sangat tahan terhadap berbagai kondisi cuaca di lingkungan rumah. Pemilik halaman tidak perlu khawatir akan kerusakan pagar di jangka panjang saat memilih pohon buah yang satu ini.
3. Srikaya
Srikaya memiliki pertumbuhan yang lambat dan postur pohon yang tidak terlalu tinggi sehingga sangat aman untuk area pinggir pagar. Akarnya tidak memiliki kekuatan untuk menjebol beton atau susunan batu bata karena sifatnya yang tidak ekspansif.
Tanaman ini sangat cocok bagi yang menginginkan pohon buah produktif namun tetap ingin menjaga keamanan struktur bangunan luar. Pastikan untuk melakukan perawatan rutin pada bagian cabangnya supaya membantu memastikan sistem akar tetap berada dalam jangkauan yang aman.
4. Belimbing
Belimbing dikenal sebagai pohon buah yang fleksibel karena strukturnya yang mudah dipangkas agar tetap kerdil. Karakteristik akarnya yang tidak menghujam keras ke samping membuat pagar rumah tetap kokoh dan bebas dari ancaman retak.
Dengan menjaga ukuran tajuknya, maka perkembangan akar pohon belimbing di bawah tanah juga akan ikut terbatasi secara alami. Pohon ini sangat ideal untuk menciptakan suasana asri di halaman rumah tanpa harus mengorbankan kekuatan pagar pelindung.
5. Jambu Air
Pohon buah yang terakhir yaitu jambu air. Tanaman ini dapat tumbuh dengan aman di dekat pagar asalkan dipilih yang dipilih tepat atau hasil dari teknik cangkok. Selain itu, akar jambu air jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan jenis jambu biji yang memiliki perakaran lebih keras dan kuat.
Pertumbuhan pohon jambu air yang rimbun memberikan keteduhan ekstra tanpa memberikan dampak negatif pada pondasi beton di bawahnya. Asalkan melakukan kontrol ukuran pohon yang baik, tanaman ini akan tetap menjadi penghias halaman yang produktif dan aman bagi pagar rumah.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Apakah semua pohon buah hasil cangkok pasti aman untuk pagar?
Secara umum iya. Hal ini karena bibit cangkok tidak memiliki akar tunggang yang menghujam dalam dan kuat seperti bibit dari biji, sehingga pertumbuhan akarnya lebih terbatas dan cenderung menyamping secara halus.
2. Berapa jarak aman menanam pohon buah dari tembok atau pagar?
Jarak ideal untuk pohon buah berukuran kecil hingga sedang adalah sekitar 1,5 hingga 2 meter dari pagar agar tajuk pohon memiliki ruang tumbuh dan akar tidak menekan pondasi secara langsung.
3. Apakah rutin memangkas daun bisa mencegah akar merusak pagar?
Benar. Karena pertumbuhan akar biasanya sebanding dengan pertumbuhan tajuknya (cabang dan daun). Jika bagian atas pohon tetap kerdil melalui pemangkasan, maka perkembangan akar di bawah tanah pun akan ikut terhambat.
4. Apa tanda-tanda jika akar pohon mulai mengancam struktur pagar?
Tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya retakan rambut pada tembok pagar atau permukaan tanah di sekitar pondasi yang mulai terangkat atau bergelombang akibat tekanan akar yang membesar.
5. Jenis pohon buah apa yang paling dilarang ditanam dekat pagar?
Sangat disarankan untuk menghindari pohon mangga besar, kersen, beringin, atau sukun, karena jenis-jenis pohon ini memiliki perakaran yang sangat agresif, kuat, dan mampu menjebol beton pondasi dalam waktu singkat.