Ini Alasan Lamine Yamal Tinggalkan Lapangan dengan Emosi

Barcelona menang 2-1 atas Atletico Madrid, tapi Lamine Yamal meninggalkan lapangan dengan emosi. Ini penjelasan lengkapnya.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 07 April 2026, 13:14 WIB
Upaya pemain Barcelona, Lamine Yamal membobol gawang Atletico Madrid pada lanjutan Liga Spanyol 2025/2026 di Stadio Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. (Pierre-Philippe MARCOU / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona meraih kemenangan penting 2-1 atas Atletico Madrid di Metropolitano dalam lanjutan Liga Spanyol akhir pekan kemarin. Hasil ini menjadi langkah besar bagi Lamine Yamal dan rekan-rekannya dalam perburuan gelar musim ini.

Namun, pertandingan tidak hanya menghadirkan drama di papan skor. Perhatian publik tertuju pada reaksi emosional Lamine Yamal yang terlihat meninggalkan lapangan dengan kesal.

Pemain muda Barcelona itu bahkan terlihat berdebat di pinggir lapangan. Situasi tersebut memicu berbagai spekulasi terkait sikapnya terhadap pelatih Hansi Flick.


Momen Pemicu Emosi di Lapangan

Lamine Yamal berjuang mengontrol bola dalam laga Liga Spanyol antara Barcelona vs Atletico Madrid di Camp Nou, 3 Desember 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Ketegangan bermula saat Lamine Yamal gagal memaksimalkan peluang melalui umpan tarik yang berhasil dipotong pemain Atletico Madrid. Situasi itu langsung memicu serangan balik berbahaya dari tim tuan rumah.

Beberapa saat kemudian, Lamine Yamal kembali mencoba peruntungan lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti. Bola justru melenceng jauh dari sasaran dan menambah frustrasi sang pemain.

Pada momen tersebut, pelatih kiper Barcelona, Jose Ramon de la Fuente, terlihat memberikan gestur kritik dari pinggir lapangan. Reaksi itu langsung mendapat respons emosional dari Lamine Yamal.

Lamine Yamal terlihat menunjuk papan skor sebagai tanda bahwa pertandingan masih imbang dan waktu terus berjalan. Gestur tersebut memperlihatkan bahwa ia merasa situasi membutuhkan fokus penuh, bukan kritik tambahan.


Reaksi Yamal dan Penjelasan Hansi Flick

Pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, berbicara dengan penyerang Barcelona asal Spanyol nomor punggung 19, Lamine Yamal, dalam pertandingan Liga Spanyol antara Club Atletico de Madrid dan FC Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 16 Maret 2025. (OSCAR DEL POZO/AFP)

Ketegangan memuncak saat Barcelona akhirnya mencetak gol kemenangan lewat Robert Lewandowski. Gol tersebut lahir dari situasi rebound setelah percobaan Joao Cancelo.

Alih-alih merayakan gol penting tersebut, Lamine Yamal memilih menjauh dari kerumunan pemain. Ia hanya sempat menyapa Pau Cubarsi sebelum berjalan menuju lorong stadion.

Dalam perjalanan keluar lapangan, Lamine Yamal terlihat berbicara serius dengan Hansi Flick. Situasi ini semakin memperkuat kesan bahwa ia sedang berada dalam kondisi emosional tinggi.

Usai pertandingan, Flick memberikan penjelasan singkat terkait insiden tersebut. Ia mengatakan, “Saya tidak tahu, dia sedikit marah. Itu normal, dia sudah memberikan segalanya dan tidak bisa mencetak gol.”

Pernyataan itu menegaskan bahwa reaksi Lamine Yamal lebih dipengaruhi oleh ambisi besar di lapangan. Sikap tersebut dinilai sebagai bagian dari mental kompetitif pemain muda Barcelona.

Sumber: Barca Universal


Klasemen La Liga/Liga Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya