Tambang Kripto Terancam Dilarang di Moskow, Ini Alasannya

Pemerintah wilayah Moskow mengusulkan larangan tambang kripto karena tekanan pada jaringan listrik.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 07 April 2026, 10:00 WIB
Rig pertambangan dari komputer super (kiri) dan filter udara yang berada dalam pabrik bitcoin 'Genesis Farming' di dekat Reykjavik, Islandia (16/3). (AFP Photo/Halldor Kolbeins)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah wilayah Moscow mengusulkan larangan aktivitas penambangan (mining) cryptocurrency di wilayah Moskow dan sekitarnya. Usulan ini disampaikan oleh Menteri Energi wilayah tersebut, Sergey Voropanov, dalam forum Energoprom-2026 yang digelar di Kazan.

Dikutip dari coinmarketcap, Selasa (7/4/2026), kebijakan ini didorong oleh meningkatnya tekanan terhadap jaringan listrik regional, seiring pesatnya pertumbuhan pusat data (data center).

Dalam paparannya, Voropanov menyebut aktivitas mining kripto saat ini mengonsumsi sekitar 1 gigawatt listrik. Sekitar separuh dari beban tersebut terpusat di wilayah Moskow dan sekitarnya.

Ia menilai konsumsi energi sebesar itu tidak memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi daerah.

Dalam usulannya, pemerintah juga mempertimbangkan sejumlah langkah tambahan, seperti:

Menyusun rencana induk (master plan) untuk penempatan data centerMembatasi koneksi langsung ke sumber pembangkit listrik

Kebijakan ini terutama menyasar pusat data dengan kapasitas di atas 10 megawatt (MW).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Tekanan Listrik Meningkat, Regulasi Diperketat

Rig pertambangan dari komputer super di dalam pabrik bitcoin 'Genesis Farming' di dekat Reykjavik, Islandia (16/3). Pabrik yang berada di lokasi rahasia di Islandia ini merupakan salah satu pabrik bitcoin terbesar di dunia. (AFP Photo/Halldor Kolbeins)

Lonjakan aktivitas mining dan pertumbuhan data center disebut telah meningkatkan tekanan pada sistem kelistrikan secara signifikan.

Saat ini, terdapat 65 data center yang beroperasi di wilayah Moskow dengan total kapasitas sekitar 734 MW. Angka ini diperkirakan melonjak hingga 3,6 gigawatt pada 2032, atau setara dengan sekitar 17% dari beban puncak sistem listrik.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan regulasi yang lebih ketat dan proaktif.

Pemerintah Rusia sebelumnya juga telah menerapkan pembatasan mining di sejumlah wilayah. Sejak 1 Januari 2025, aktivitas tersebut dilarang sepenuhnya di beberapa daerah, seperti Dagestan, Ingushetia, Chechnya, dan Kabardino-Balkaria.

Pembatasan musiman di wilayah lain bahkan telah diubah menjadi larangan permanen.

 

Ubah Peta Industri

Seorang teknisi melakukan perawatan pada rig pertambangan dari komputer super di dalam pabrik bitcoin 'Genesis Farming' di dekat Reykjavik, Islandia (16/3). (AFP Photo/Halldor Kolbeins)

Jika diterapkan, kebijakan baru ini berpotensi mengubah peta industri mining di Rusia. Aktivitas penambangan diperkirakan akan berpindah ke wilayah dengan pasokan energi lebih besar dan biaya listrik lebih murah.

Selain itu, pengembangan data center juga dapat terdampak.

Langkah ini menunjukkan pemerintah semakin memperketat pengawasan terhadap penggunaan energi, terutama dari sektor mining kripto yang kini dinilai membebani infrastruktur.

Dalam jangka panjang, aktivitas mining diprediksi akan terkonsentrasi di wilayah dengan surplus energi, sementara perusahaan mulai menyesuaikan model bisnis dan mempertimbangkan relokasi operasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya