Mengenal 6 Peserta The Icon Indonesia, Bakat Besar dari Ambon Hingga Multi-Instrumentalis Asal Bali

Kehadiran para kontestan The Icon Indonesia tahun ini membawa cerita inspiratif yang menyentuh hati pemirsa SCTV. Mereka datang dari Bali hingga Ambon.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 06 April 2026, 22:38 WIB
Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmat (kedelapan kiri duduk) saat memberi keterangan terkait peluncuran ajang pencarian bakat The Icon Indonesia di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4/2026). SCTV secara resmi meluncurkan ajang pencarian bakat terbaru bertajuk The Icon Indonesia. (Kapanlagi/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Ajang pencarian bakat terbaru SCTV, The Icon Indonesia, kini menjadi sorotan publik karena menghadirkan deretan talenta berbakat dari berbagai penjuru negeri. Kompetisi ini menjanjikan warna baru dalam industri musik melalui persaingan ketat para peserta yang memiliki karakter suara unik. Kehadiran para kontestan membawa cerita inspiratif yang menyentuh hati pemirsa SCTV. Berikut profil singkat enam peserta The Icon Indonesia yang siap memberi penampilan terbaik mereka di atas panggung.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Khansa asal Tasikmalaya yang ternyata memiliki memori manis dengan salah satu musisi di masa lalu. Gadis cantik ini mengungkap pernah dimentori Rieka Roslan satu dekade lalu saat ia masih sangat belia.

"Sepuluh tahun lalu ikut ajang pencarian bakat juga, di-coach sama teh Rieka juga dan itu masih 10 tahun dan waktu itu masih genre Melayu," ungkap Khanza mengenang perjalanan awal kariernya di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Perjalanan menuju panggung The Icon Indonesia juga dirasakan penuh haru oleh Gerald, kontestan dari Ambon. Pria bersuara merdu ini menceritakan bagaimana reaksi tidak percaya dari orang tuanya serta dukungan luar biasa yang mengalir dari teman-temannya di kampung halaman.

"Pas tahu mama papa enggak percaya apalagi aku dari Ambon. Untuk teman-teman mereka selalu support aku, dan selalu kasih motivasi aku berikan yang terbaik," tutur Gerald.

Dari kota kembang Bandung, hadir Felirenza yang membawa karakter vokal kuat serta kemampuan mumpuni dalam memainkan instrumen musik. Ia terang-terangan mengagumi Isyana Sarasvati dan menjadikannya referensi dalam teknik bernyanyi sekaligus bermain alat musik.

"Kebetulan Isyana Sarasvati. Karena suara kak Isyana unik, dan teknik vokal yang dia punya banyak banget. Aku main gitar sama piano," ujar gadis asal Bandung tersebut dengan antusias.

Tak kalah memukau, Sheera dari Bali yang menunjukkan diri sebagai musisi paket lengkap dengan kemampuan multi instrumental. Sherra tidak sekadar bernyanyi, namun juga menguasai instrumen tiup hingga petik yang menunjang performa di atas panggung. "Ya piano, gitar, saksofon, aku kebetulan di sekolah musik di Bali, jadi belajar semua," jelas Sheera.

Lanjut Baca:

Selain mahir main berbagai alat musik, Sheera merambah dunia penulisan lagu demi memperdalam kemampuan sebagai artis masa depan. Ia terinspirasi oleh deretan juri yang duduk di kursi panas The Icon Indonesia. "Banyak yang menginspirasi salah satu kak Isyana. Semua juri di sini inspirasinya. Aku juga lagi belajar song writing," aku Sheera.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya