Ternate Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 4,4 Pagi Ini, Terasa Hingga di Sulawesi Utara

Masyarakat Ternate dan sekitarnya kembali dikejutkan oleh guncangan gempabumi tektonik pada Senin (6/4/2026) pagi.

oleh Yoseph IkanubunDiterbitkan 06 April 2026, 07:01 WIB
Ilustrasi Gempa (Liputan6.com/Arfandi Ibrahim)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat wilayah Ternate dan sekitarnya kembali dikejutkan oleh guncangan gempabumi tektonik pada Senin (6/4/2026) pagi. Warga di sebagian daerah di Sulawesi Utara juga merasakan getaran gempa.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa kali ini berkekuatan Magnitudo 4,4.

​Peristiwa yang terjadi pukul 06.18 Wita tersebut berpusat di laut, tepatnya pada koordinat 0.97° LU dan 126.40° BT, atau sekitar 110 kilometer arah Barat Ternate, Maluku Utara, dengan kedalaman dangkal 35 kilometer.

​Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya menjelaskan bahwa guncangan ini merupakan imbas dari aktivitas deformasi batuan Lempeng Laut Maluku. Secara spesifik, gempa ini masih menjadi bagian dari rentetan gempa susulan pasca-gempa besar Magnitudo 7,3 yang terjadi pada 2 April 2026 lalu.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan Lempeng Laut Maluku. Ini merupakan rangkaian gempabumi susulan dari kejadian utama tanggal 2 April 2026 yang bermagnitudo 7,6," ujar Tony Agus Wijaya dalam keterangan resminya, Senin (6/4/2026).

Sejumlah warga desa berbagai daerah di Sulut juga merasakan gempa tersebut, seperti di Bitung, Minahasa Utara, dan Manado.

"Tidak terlalu kencang, tapi saya merasakan getaran saat akan berangkat kerja," ujar Gladys Theresia, warga Kota Manado.

​Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.

Catatan 1.101 Gempa Susulan

​Intensitas aktivitas seismik di zona tersebut memang terpantau masih sangat tinggi. Berdasarkan data monitoring BMKG hingga Senin pagi pukul 06.37 Wita, tercatat sudah terjadi ribuan kali gempa susulan.

​"Hingga pagi ini, hasil monitoring kami menunjukkan telah terjadi 1.101 kejadian gempabumi susulan (aftershock)," tambah Tony.

​Mengingat frekuensi gempa susulan yang masih tinggi, BMKG meminta warga untuk tetap tenang namun waspada. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa sebelumnya.

Tidak ketinggalan untuk memastikan konstruksi bangunan rumah cukup tahan gempa sebelum kembali ke dalam ruangan, menyaring informasi, dan tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan alias hoaks.

​"Kami tegaskan agar masyarakat hanya mempercayai informasi resmi yang bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkas Tony.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya