Liputan6.com, Jakarta - Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia menumbangkan Jakarta Electric PLN Mobile dengan menyakinkan di laga kedua putaran pertama final four Proliga 2026. Medi Yoku dan kolega menang 3-0 (25-16, 25-15, 25-19) di Jawa Pos Arena, Surabaya, Minggu (5/4) malam.
Ini adalah kemenangan kedua Gresik Phonska setelah mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan 3-0 (25-23, 25-12, 25-23) pada laga pertama. Sementara untuk Jakarta Electric PLN, ini adalah kekalahan pertama usai menang atas Jakarta Pertamina Enduro 3-2 (15-25, 25-22, 25-23, 21-25, 11-15).
Advertisement
Pelatih Gresik Phonska Alessandro Lodi senang dengan kemenangan ini. "Tapi, saya akui di pertandingan tadi seperti over. Tapi, itu memang gaya saya dalam melatih," tutur ahli taktik asal Italia itu usai laga.
Dia juga mengaku sempat kecewa dengan kepemimpinan wasit. "Tapi, tidak masalah karena tim kami bisa mengambil kemenangan penting hari ini," tukas Lodi.
Setter Gresik Phonska Arneta Putri mengatakan sebenarnya pertandingan tak mudah,"Tapi, terus terang kami hari ini bisa menikmati pertandingan dan menang," ucapnya.
Sementara itu, asisten pelatih Jakarta Electric PLN Anantachai Yoonprathom mengakui timnya bermain di bawah perform. Banyak sekali kesalahan yang dilakukan pemainnya. "Tapi, saya akui Gresik bermain baik hari ini," ucapnya.
Kapten Jakarta Electric PLN Agustin Wulandari mengatakan sebenarnya timnya mempunyai strategi untuk memaksimalkan dua pemain asing, "Tetapi, tidak berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan," tutur Agustin.
Jalannya Pertandingan
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kembali mengandalkan duo pemain asingnya Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko dengan pengatur serangan Arneta Putri. Spike Mitchem dan Bytsenko membuat pertahanan Jakarta Electric PLN Mobile kocar-kacir.
Meski Kara Bajema dan Neriman Ozsoy mencoba memberikan perlawanan lewat spike keras, blok rapat Shella Bernadheta dan Geofani sulit ditembus. Gresik Phonska menang 25-16 pada set pertama.
Memasuki set kedua, Jakarta Electric PLN mencoba bangkitn. Agustin Wulandari dan kolega sempat memberikan tekanan pada awal set. Namun, performa impresif libero Indah mampu mengantisipasi bola-bola sulit sehinggat Gresik Phonska tetap dominan.