Warga Kulon Progo Antar Kopda Farizal ke Tempat Peristirahatan Terakhir di TMP Giripeni

Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni Kulon Progo.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 05 April 2026, 14:36 WIB
Prosesi pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan Giripeni Kulon Progo digelar secara militer. (Liputan6.com/ Dok Ist)

 

Liputan6.com, Kulon Progo - Usai tiba di Tanah Air, jenazah Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Lebanon, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (5/4/2026).

Upacara pemakaman Kopda Anumerta Farizal yang dilakukan secara militer dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan Instruktur Upacara Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI Letnan Jenderal TNI Candra.

"Alhamdulillah pada hari ini kita sudah melaksanakan pemakaman dari almarhum Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon berjalan dengan lancar dan aman," kata Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo usai pemakaman.

Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan tugas sebagai anggota Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, akibat tembakan artileri di wilayah perang tersebut pada Minggu (29/3).

"Beliau, almarhum ini gugur di Lebanon tergabung dalam pasukan kontingen Garuda dan juga almarhum ini dari Kesatuan Yonif 113 Iskandar Muda," kata Pangdam.

Upacara pemakaman di TMP Giripeni yang dihadiri pejabat dari kesatuan TNI dan Polri tersebut berlangsung lancar. Warga Kulon Progo juga antusias mengantar kepergian Kopda Farizal dan menyaksikan upacara pemakaman dari luar pagar dengan pengamanan ketat TNI.

"Alhamdulillah pemakaman sudah berjalan lancar dan aman sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan berikutnya," katanya.

Sebelum upacara pemakaman di TMP Giripeni, dilakukan prosesi persemayaman di rumah duka keluarga almarhum Kopda Farizal di Dusun Ledok, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo.

Serangan Brutal Israel

Sebelumnya diberitakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengungkapkan, Farizal Rhomadhon gugur terkena mortir Israel ketika sedang melaksanakan salat isya di pos jaga pasukan perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL.

"Jadi bukan waktu salat subuh tapi pada saat shalat isya. Jadi ketika salat isya yang bersangkutan sedang melaksanakan salat, dan di situ sedang ada mortir artileri yang jatuh di samping masjid," kata Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Dimar Bahtera kepada wartawan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (31/3/2026).

Sementara itu,  Mayjen Aulia Dwi Nasrullah melalui keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026), menyebutkan identitas tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas di Lebanon:

1. Praka Farizal Rhomadhon

2. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar

3. Sertu Muhammad Nur Ichwan

Selain tiga TNI yang gugur, ada lima anggota yang mengalami luka-luka. Yakni:

1. Praka Rico Pramudia

2. Praka Bayu Prakoso

3. Praka Arif Kurniawan

4. Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana

5. Praka Deni Rianto

Dia menjelaskan, ada dua insiden yang terjadi dalam 24 jam terakhir. Insiden pertama terjadi pada Minggu 29 Maret 2026 pukul 20.44 waktu Lebanon. Atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB.

Terjadi serangan di markas pasukan perdamaian Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan.

Akibat serangan ini, Praka Farizal Rhomadhon gugur. Sementara Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

Insiden kedua terjadi pada Senin 30 Maret 2026. Iinsiden tersebut terjadi pada saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, serta dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon," kata Aulia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya