Liputan6.com, Jakarta - - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberikan fasilitas rush handling dalam proses pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ketiga jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 April 2026 sore dan langsung mendapatkan penanganan cepat untuk memastikan proses penghormatan dan pemulangan berjalan lancar.
Advertisement
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan seluruh proses kepabeanan dilakukan secara cepat dan tetap sesuai ketentuan.
"Bea Cukai memastikan seluruh proses kepabeanan terhadap jenazah dilakukan secara cepat, tepat, dan tetap sesuai ketentuan,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, rush handling merupakan fasilitas untuk mempercepat pengeluaran barang impor tertentu yang bersifat mendesak atau sensitif terhadap waktu, termasuk jenazah.
Layanan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 26 Tahun 2024.
Dalam skema tersebut, barang dapat segera dikeluarkan tanpa harus menunggu kelengkapan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB) di awal proses. Pemohon cukup mengajukan permohonan rush handling disertai dokumen pelengkap dan jaminan.
Menurut Budi, mekanisme ini sangat membantu dalam situasi darurat seperti pemulangan jenazah dari luar negeri. Ia juga menambahkan, ketentuan jaminan dapat disesuaikan apabila terdapat fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI).
“Kami memberikan fleksibilitas sesuai regulasi, sehingga proses dapat berjalan cepat tanpa mengabaikan aspek kepatuhan,” katanya.
Kelancaran proses pemulangan jenazah tersebut, lanjut Budi, merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, TNI, dan berbagai pihak terkait.
Pastikan Proses Berlangsung Tanpa Hambatan
Setelah prosesi penyemayaman dan pelepasan jenazah yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, ketiga jenazah diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing pada pukul 19.30 WIB menggunakan pesawat TNI AU.
Bea Cukai memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tanpa hambatan melalui pelayanan dan pengawasan yang optimal.
Di akhir pernyataannya, Budi menyampaikan duka cita atas gugurnya para prajurit.
“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutupnya.