Polres Karawang Pastikan Kelancaran Pelaksanaan Ibadah Jumat Agung

Polres Karawang memastikan pelaksanaan ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati wafatnya Isa Al-Masih Tahun 2026 di wilayahnya.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 03 April 2026, 16:15 WIB
Pengamanan prosesi ibadah Jumat Agung. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Polres Karawang memastikan pelaksanaan ibadah Jumat Agung dalam rangka memperingati wafatnya Isa Al-Masih Tahun 2026 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) berlangsung aman dan kondusif.

Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan ibadah Jumat Agung di sejumlah gereja dan rumah ibadah di Karawang terpantau aman, tanpa adanya gangguan kamtibmas yang berarti.

"Pelaksanaan ibadah Jumat Agung umat Kristiani di wilayah Karawang hari ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif," ujar Cep Wildan, melansir Antara, Jumat (3/4/2026).

Ia mengatakan, untuk jumlah lokasi ibadah yang melaksanakan kegiatan Jumat Agung tercatat sebanyak 31 gereja dan 16 rumah ibadah.

"Sedangkan untuk memastikan keamanan pelaksanaan ibadah itu, pihak kepolisian dari Polres Karawang menurunkan sebanyak 143 personel yang telah disebar di seluruh titik pengamanan," terang Cep Wildan.

Menurut dia, pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Karawang Kompol Andriyanto yang turun ke lapangan, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sementara itu, salah seorang jemaat yang mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Pasundan Imanuel Karawang Johanes menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian di lokasi ibadah.

"Dengan adanya pengamanan dari pihak kepolisian, kami jadi merasa aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah. Kehadiran aparat kepolisian memberikan ketenangan bagi kami sebagai jemaat," ucap Johanes.

Pihak kepolisian dari Polres Karawang juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antar-umat beragama.

 

Visualisasi Jalan Salib di Paroki Cililitan Jadi Sarana Refleksi Jumat Agung

Visualisasi Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2026). (Antara)

Sebelumnya, visualisasi Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Santo Robertus Bellarminus mengajak umat memasuki refleksi mendalam atas sengsara dan wafatnya Yesus Kristus dalam rangkaian ibadah Jumat Agung 2026.

Romo Paroki Robertus Bellarminus, Paulus Andri Astanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi panitia Paskah dan Orang Muda Katolik (OMK) untuk menghantar umat memasuki suasana ibadah.

"Visualisasi Jalan Salib ini merupakan kerja sama panitia Paskah dan anak-anak Orang Muda Katolik (OMK) untuk menghantar umat memasuki Jumat Agung. Melalui tablo ini, umat diajak untuk berkontemplasi kembali kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus," kata Andri di Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2026).

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk tablo atau drama visual yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus menuju penyaliban. Menurut Andri, visualisasi tersebut tidak sekadar pertunjukan, tetapi juga sarana spiritual untuk merenungkan kasih Allah yang tanpa batas.

Ia menilai, kisah sengsara Yesus menjadi bukti nyata cinta Tuhan yang tidak terputus, bahkan kepada manusia yang berdosa. Penjiwaan para anggota OMK dalam setiap adegan dinilai mampu membawa umat masuk dalam suasana reflektif.

"Anak-anak OMK dengan penuh semangat dan penjiwaan mencoba memainkan peran. Ini menjadi sarana yang sangat membantu umat untuk memahami makna pengorbanan Kristus secara lebih nyata," jelas Andri.

Lebih lanjut, Andri menegaskan inti kegiatan tersebut adalah mempersiapkan batin umat secara pribadi, menyadarkan bahwa pengorbanan Yesus merupakan wujud kasih Allah yang Maharahim bagi seluruh manusia.

 

Buat Dampak Nyata bagi Kehidupan Manusia

Sebagai penutup rangkaian tablo, umat bersama-sama memasuki gereja untuk mengantar simbolisasi Yesus yang dimakamkan.

"Maka yang menjadi penutup dalam tablo ini adalah kita bersama-sama akan masuk di gereja, menghantar Yesus yang dimakamkan sebagai tanda atas kematian, tetapi juga sekaligus atas kemenangan dari segala dosa dan kuasa maut," terang Andri.

Ia menambahkan, kebangkitan Yesus Kristus menjadi titik awal bagi umat untuk memasuki Tri Hari Suci dengan hati yang tertata dan kehidupan yang diperbarui.

"Melalui kebangkitan Kristus, kita diajak untuk bangkit dalam pertobatan sejati dan menanamkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," tegas Andri.

Tema Paskah tahun ini, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, menekankan bahwa kebangkitan Kristus tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa iman, tetapi juga berdampak nyata dalam kehidupan manusia, termasuk dalam membangun relasi dengan sesama dan lingkungan.

Infografis Ibadah Umrah Terimbas Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya