AC Milan Punya 'Emas' di Bangku Cadangan, tapi Efektivitas Jadi Tanda Tanya

AC Milan memiliki bangku cadangan bernilai €158 juta, lebih tinggi dari klub elite Eropa, tapi efektivitasnya masih dipertanyakan.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 02 April 2026, 23:37 WIB
Mario Gila dari Lazio (kanan) dan Christopher Nkunku dari AC Milan berebut bola dalam laga Serie A antara AC Milan dan Lazio di San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 29 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan memasuki fase menarik musim ini dengan komposisi skuad yang terlihat lebih dalam dibanding sebelumnya. Namun, kondisi tersebut justru menghadirkan paradoks yang tidak bisa diabaikan.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, kedalaman skuad AC Milan secara angka terlihat impresif. Akan tetapi, kontribusi nyata dari para pemain pelapis belum sepenuhnya menjawab ekspektasi.

Situasi ini memunculkan pertanyaan penting mengenai efektivitas investasi besar klub. Nilai tinggi di atas kertas belum tentu berbanding lurus dengan dampak di lapangan.


Bangku Cadangan Mahal, Lebih Tinggi dari Klub Elite

Selebrasi Youssouf Fofana dalam laga AC Milan vs Torino di Liga Italia 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (AP Photo/Luca Bruno)

Dalam kemenangan 3-2 atas Torino, pelatih Massimiliano Allegri memiliki bangku cadangan dengan total nilai mencapai €158 juta (sekitar Rp2,76 triliun). Angka ini dihitung dari biaya transfer tetap tanpa memasukkan bonus.

Nilai tersebut bahkan melampaui bangku cadangan klub besar seperti Liverpool, Bayern Munchen, dan Barcelona dalam periode yang sama. Ini menunjukkan bahwa secara materi, Milan tidak kekurangan opsi.

Sepanjang 2026, rata-rata nilai bangku cadangan Milan berada di kisaran €125 juta (sekitar Rp2,18 triliun). Puncaknya tetap terjadi saat menghadapi Torino dengan komposisi paling mahal musim ini.


Investasi Besar Belum Sepenuhnya Terbayar

Ekspresi Santiago Gimenez usai AC Milan dikalahkan Cremonese di pekan pertama Serie A 2025/2026 di San Siro, Minggu (24/08/2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Dalam laga tersebut, Allegri hanya memanfaatkan pemain dengan total nilai €106 juta (sekitar Rp1,85 triliun). Nama-nama seperti Christopher Nkunku dan Santiago Gimenez masuk dalam rotasi, tapi belum konsisten memberikan dampak maksimal.

Beberapa rekrutan mahal seperti Ardon Jashari juga masih dalam proses adaptasi. Situasi ini memperlihatkan bahwa harga transfer tidak selalu mencerminkan performa di lapangan.

Di sisi lain, pilihan tak biasa seperti memainkan pemain muda juga menjadi bagian dari strategi. Hal ini menunjukkan bahwa Milan masih mencari formula terbaik untuk memaksimalkan kedalaman skuad.


Paradoks Milan: Mahal, tapi Belum Menentukan

Bertanding di Olimpico Stadium pada Minggu 15 Maret 2026 waktu setempat atau Senin (16/3/2026) dini hari WIB, kedua tim sama-sama tampil penuh kehati-hatian untuk membangun serangan. Tampak dalam foto, bek AC Milan asal Swiss, Zachary Athekame (kiri) menyundul bola saat pertandingan pekan ke-29 Serie A Italia 2025/2026 melawan Lazio di Olimpico Stadium, Roma, Minggu 15 Maret 2026 waktu setempat atau Senin (16/3/2026) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI/AFP)

Jika dibandingkan dengan klub lain di Liga Italia, perbedaan nilai bangku cadangan cukup mencolok. Juventus pernah memiliki bangku cadangan senilai €212 juta (sekitar Rp3,69 triliun), sementara Napoli hanya €85 juta (sekitar Rp1,48 triliun).

Sementara itu, Inter Milan dengan bangku cadangan €127 juta (sekitar Rp2,21 triliun) justru mampu memimpin klasemen. Fakta ini menegaskan bahwa nilai tinggi tidak menjamin keunggulan kompetitif.

Pada akhirnya, AC Milan memiliki 'emas' di bangku cadangan, tetapi belum sepenuhnya bersinar. Menariknya, kontribusi justru datang dari pemain muda seperti Zachary Athekame yang tampil efektif dalam beberapa laga terakhir.

Cerita ini menegaskan satu hal sederhana dalam sepak bola. Bangku cadangan yang mahal bisa membantu, tetapi terkadang justru pemain 'perak' yang memberi dampak terbesar.

Sumber: Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya