Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan meraih pertumbuhan pendapatan dan laba yang didukung akuisisi dan kontribusi dari unit binary Salak.
Mengutip laporan keuangan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (2/4/2026), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) meraup pendapatan USD 7,63 miliar pada 2025. Pendapatan tersebut naik 219,7% dari 2024 sebesar USD 2,38 miliar.
Advertisement
Perseroan menyebutkan, lonjakan pendapatan itu didorong sejumlah faktor. Pertama, kontribusi dari konsolidasi akuisisi Aster dalam segmen kimia, termasuk penambahan sub-segmen kilang yang mendorong segmen chemicals & energy mencatat peningkatan pendapatan hampir empat kali lipat.
"Peningkatan output panas bumi, didorong oleh kontribusi dari unit binary Salak serta kinerja pembangkitan yang stabil di aset panas bumi yang telah beroperasi,” demikian seperti dikutip.
Bahan baku yang digunakan dan beban produksi dan manufaktur naik menjadi USD 7,08 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 1,66 miliar. Earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) naik 276,7% menjadi USD 2,15 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 570 juta.
Laba diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 775% menjadi USD 490 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 56 juta. Perseroan mencatat laba per saham naik menjadi USD 0,00523 pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 0,00060.
"Pencapaian ini mencerminkan keunggulan dari terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, yang didukung pula oleh eksekusi yang disiplin, operasional yang tangguh, serta posisi keuangan yang solid,” ujar Direktur Utama BRPT Agus Pangestu.
Ekspansi Perseroan
Ia menuturkan, sepanjang tahun, perseroan terus melaksanakan rencana-rencana strategis yang menjadi prioritas, termasuk ekspansi ke kawasan regional, integrasi lebih jauh di sektor kimia, serta penguatan di portofolio energi terbarukan. Upaya tersebut turut dilengkapi dengan berbagai inisiatif berkelanjutan di bidang infrastruktur dan optimalisasi struktur permodalan, sehingga meningkatkan ketahanan kami di tengah dinamika kondisi pasar.
"Pada 2025 merupakan tahun penting dengan percepatan pertumbuhan bagi Perseroan, yang menegaskan efektivitas transformasi strategis serta kejelasan arah yang kami tempuh,” kata dia.
Selain itu, perseroan mencatat ekuitas naik 52,2% menjadi USD 6,04 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar USD 4,18 miliar. Sementara itu, liabilitas naik 51,9% menjadi USD 11,30 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 6,34 miliar. Perseroan mencatat aset naik 52% dari USD 10,53 miliar pada 2024 menjadi USD 17,35 miliar pada 2025.
Perseroan menyebutkan, akuisisi Aster dan transaksi lanjutan telah meningkatkan aset menjadi USD 17,35 milar pada 2025. Perseroan mempertahankan rasio net debt to equity yang stabil di level 0,77x, dengan ekuitas yang menguat menjadi USD 6,04 miliar. “Struktur permodalan yang solid ini mendukung neraca yang tangguh serta memberikan landasan yang kuat untuk ekspansi pada masa depan,”
Portofolio Perseroan
Di sektor kimia hilir, Grup memperkuat posisinya melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals, yang kini telah berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions (APS), dengan fasilitas HDPE berkapasitas 400 KTA yang langsung memberikan nilai tambah dan memperluas jaringan pemasaran Grup di di Asia Tenggara, China, dan Australia.
Selain itu, pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon telah melampaui 50% penyelesaian, menandai tonggak penting menuju kemandirian industri kimia Indonesia, dan tetap berjalan sesuai rencana dengan target mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.
Grup juga terus memperkuat kapabilitas infrastruktur dan logistik melalui ekspansi portofolio CDI Group, sementara Barito Renewables mencatat pencapaian operasional yang signifikan, termasuk penyelesaian retrofit dan binary Salak (24,3MW) serta kemajuan berkelanjutan pada retrofit Wayang Windu, yang akan mendukung langkah menuju kapasitas geothermal lebih dari 1GW pada akhir 2026.