Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami akibat dampak gempa Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Bitung dan Maluku Utara. Sebelumnya, gelombang tsunami terpantau di sisi selatan Minahasa ketinggiannya kurang dari 75 cm, di Bitung 20 cm, Halmahera Barat 30 cm, kemudian di Minahasa Utara 30 cm.
Di tengah kabar tersebut, gempa dan tsunami tercatat pernah menjadi sasaran berita hoaks atau bohong yang beredar di media sosial. Salah satunya, muncul klaim BMKG mengeluarkan peringatan potensi tsunami dan gempa megathrust di Lampung.
Advertisement
Berikut sejumlah hoaks seputar gempa dan tsunami yang telah diverifikasi kebenarannya:
1. Cek Fakta: Tidak Benar BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust di Lampung
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim BMKG keluarkan peringatan potensi tsunami dan gempa megathrust di Lampung, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 3 Desember 2025.
Klaim BMKG keluarkan peringatan potensi tsunami dan gempa megathrust di Lampung, berupa tulisan sebagai berikut.
"Berita Terkini
Peringatan BMKG soal Potensi Banjir Rob-Tsunami dan Megathrust pada 3–9 Desember 2025 di Lampung
#christmasstory #familyfun #personalstory,"
Benarkah klaim BMKG keluarkan peringatan potensi tsunami dan gempa megathrust di Lampung? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Cek Fakta: Hoaks dalam Video ini Los Angeles Diterjang Tsunami
Sebuah video yang diklaim wilayah Los Angeles, Amerika Serikat dilanda tsunami beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 19 Januari 2025.
Dalam video tersebut tampak sebuah pantai diterjang gelombang ombak besar. Sejumlah pengunjung yang berada di pinggir pantai tersapu ombak. Video itu kemudian disebut-sebut terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat.
"Setelah api neraka mulai redah. Los Angeles di landa sunami besar... Dan menguncang Kalifornia baru," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 162 kali dibagikan dan mendapat 168 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video itu Los Angeles dilanda tsunami? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
3. Cek Fakta: Tidak Benar BMKG Prediksi Tsunami di Wilayah Batam
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim prediksi BMKG tentang tsunami di Batam, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 September 2024.
Klaim BMKG prediksi tsunami di wilayah Batam berupa tulisan sebagai berikut.
"17----9---2024
Menyala Bosque....
Info Batam tidak hoax
***Prediksi Tsunami di Batam: Sekolah Diliburkan dari 18 September 2024 hingga Keadaan Mereda**
Batam, 17 September 2024 – Menyusul prediksi kemungkinan terjadinya tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Batam. Sebagai langkah pencegahan, semua sekolah di Batam akan diliburkan mulai tanggal 18 September 2024 hingga situasi dianggap aman.
BMKG menginformasikan bahwa potensi tsunami disebabkan oleh aktivitas seismik yang terdeteksi di perairan sekitar Batam. Oleh karena itu, pihak berwenang memutuskan untuk menutup semua institusi pendidikan selama periode tersebut untuk menjaga keselamatan siswa dan staf.
Seluruh masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan otoritas lokal, serta mematuhi petunjuk evakuasi jika diperlukan. Pemerintah daerah dan lembaga terkait akan terus memantau situasi dan memberikan update berkala mengenai keadaan dan langkah-langkah selanjutnya.
Keamanan masyarakat adalah prioritas utama, dan semua pihak diharapkan untuk tetap waspada serta mengikuti arahan resmi selama masa kritis ini.
Semoga kita semua di lindungi dari marabahaya badai angin kencang
Semangatttt tuk kota Batam
sumber ; fb @Elok"
Tulisan tersebut disertai dengan video yang menampilkan sejumlah barang berterbangan di udara seperti tertiup angin.
Benarkah klaim BMKG prediksi tsunami di wilayah Batam? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.