Karni Ilyas Hingga Aiman Dipanggil Polisi terkait Kasus Ijazah Jokowi

Polisi memanggil sejumlah jurnalis terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 01 April 2026, 16:31 WIB
Jurnalis Kompas TV Aiman Witjaksono saat memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. (Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi memanggil sejumlah jurnalis buntut pengusutan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Dua nama yang diperiksa antara lain mantan Pemred TV One, Karni Ilyas dan Pemimpin Redaksi iNews, Aiman Witjaksono.

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Dia menerangkan, penyidik memeriksa mereka sebagai saksi dalam perkara tersebut.

“Ada panggilan dari penyidik terkait saksi perkara ijazah. Kami masih mendalami,” kata dia di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).

Dia menerangkan, Karni Ilyas sudah hadir memenuhi panggilan. Namun, penyidik berencana meminta keterangan lanjutan.

“Kita melihat bahwa kemarin memang Pak Karni hadir sebagai saksi. Nanti akan diminta keterangan lanjutannya. Yang bersangkutan kan juga hadir, tapi kan kita berharap mungkin dalam kondisi ada perkembangan terkait pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya,” ucap dia.

Petinggi Media Lain Dipanggil

Selain itu, penyidik juga memanggil sejumlah petinggi media lain. Pemeriksaan ini berkaitan dengan tayangan atau informasi yang muncul di televisi.

“Nah, tadi juga disampaikan ada beberapa dari pihak media ya, petinggi-petinggi media untuk hadir. Ini artinya melihat bahwa mungkin di dalam beberapa rangkaian acara di televisi benar melihat. Nah, kami juga akan koordinasi dengan teman-teman penyidik melihat cuplikan tersebut apakah ada ditayangkan di satu stasiun televisi. Ini masih kami dalami," papar dia.

Terkait Aiman Witjaksono, Budi belum memberikan penjelasan secara gamblang, termasuk koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dewan Pers karena masih menunggu perkembangan.

“Nanti akan kami sampaikan kalau sudah ada update,” kata Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya