Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Timnas Italia Tekor Miliaran Rupiah

Kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 mengakibatkan kerugian finansial signifikan bagi FIGC.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 01 April 2026, 16:34 WIB
Bertanding melawan Bosnia dan Herzegovina, Timnas Italia kalah 1-4 lewat drama adu penalti. Tampak dalam foto, pemain Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, Nicolo Barella dan pelatih Gennaro Gattuso (kiri ke kanan) bereaksi saat pertandingan sepak bola final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan timnas Italia untuk lolos ke putaran final Piala Dunia telah memicu gelombang kerugian ekonomi yang substansial bagi kas negara dan khususnya Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Gazzetta dello Sport memperkirakan FIGC menghadapi potensi kerugian pendapatan sekitar 30 juta euro atau sekitar Rp590 miliar. Angka ini mencakup penalti kontrak sponsor, penurunan penjualan merchandise, serta hilangnya hadiah partisipasi dari FIFA.

Situasi ini digambarkan sebagai kegagalan dalam segala hal, dengan dampak buruk yang meluas pada anggaran federal dan sistem sepak bola Italia secara keseluruhan. Absennya Timnas Italia dari turnamen akbar ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menghilangkan momentum berharga untuk pertumbuhan dan investasi dalam olahraga tersebut.

Kerugian ini berasal dari berbagai sumber, termasuk klausul penalti dalam perjanjian sponsor yang secara otomatis aktif saat tim gagal lolos, serta hilangnya pendapatan dari bonus partisipasi FIFA yang seharusnya diterima. Selain itu, potensi pendapatan dari penjualan merchandise dan kesepakatan komersial baru juga terhenti, menambah daftar panjang dampak negatif dari kegagalan kualifikasi ini.


Kerugian Finansial Menyeluruh Federasi Sepak Bola Italia

Penjaga gawang Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, berjalan keluar lapangan usai pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa 31 Maret 2026 waktu setempat atau Rabu 1 April 2026 dini hari WIB. Timnas Italia dipastikan gagal tampil di Piala Dunia 2026. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Secara keseluruhan, FIGC diperkirakan kehilangan sekitar 30 juta euro pendapatan akibat absennya Timnas Italia dari Piala Dunia. Jumlah ini merupakan akumulasi dari beberapa komponen utama, termasuk penalti kontraktual dengan sponsor, komponen variabel dari segmen komersial, dan bonus masuk dari FIFA.

Penalti kontrak sponsor sendiri menyumbang sekitar 9,5 juta euro dari total kerugian tersebut. Klausul dalam perjanjian sponsor secara eksplisit menyatakan adanya penyesuaian ke bawah atau penalti jika tim gagal memenuhi syarat untuk turnamen besar seperti Piala Dunia.

Selain itu, hilangnya bonus partisipasi FIFA yang dijamin minimal 9 juta euro juga menjadi pukulan telak. Bonus ini akan meningkat secara progresif tergantung pada sejauh mana tim melaju dalam turnamen, sehingga potensi kerugian bisa jauh lebih besar.

Tidak hanya itu, kegagalan dalam meningkatkan penjualan merchandise dan negosiasi kesepakatan sponsor baru diperkirakan menyebabkan kerugian tambahan sekitar 10 juta euro. Ini menunjukkan bahwa dampak finansial meluas ke berbagai aspek operasional FIGC.

Lanjut Baca:

Anggaran FIGC untuk tahun 2026, yang telah disetujui beberapa waktu lalu, memperkirakan kerugian sebesar 6,6 juta euro. Presiden FIGC Gabriele Gravina sebelumnya menyatakan bahwa hasil anggaran akan sangat bergantung pada kualifikasi Piala Dunia, yang diharapkan akan memberikan dampak sangat positif. Meskipun anggaran disusun secara hati-hati tanpa memperhitungkan manfaat partisipasi karena kualifikasi masih bergantung pada babak play-off, absennya Timnas Italia kini membuat proyeksi tersebut menjadi kenyataan. Namun, FIGC memiliki rekam jejak dalam menjaga keseimbangan manajemen, di mana pendapatan yang lebih rendah akan menyebabkan biaya yang lebih rendah. Tim nasional telah menjadi sumber pendapatan utama bagi Federasi, menyumbang sekitar 60 persen dari total pendapatan FIGC. Pada tahun 2021, FIGC mencatat pendapatan rekor 230 juta euro, dengan 126 juta euro di antaranya berasal dari kesuksesan menjuarai Euro 2020. Meskipun Italia berhasil membukukan keuntungan pada dua kesempatan sebelumnya saat gagal lolos Piala Dunia (2018 dan 2022), absennya untuk ketiga kalinya secara berturut-turut kali ini merampas pendapatan signifikan yang seharusnya dapat diinvestasikan kembali ke seluruh gerakan sepak bola Italia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya