Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memutuskan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah Kondisi geopolitik global. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan, ketersediaan BBM di wilayahnya dalam kondisi aman dan tidak terdampak seperti yang terjadi di negara lain.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Kasman telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina guna memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
Advertisement
"Kami sampaikan untuk stok BBM di Sulsel aman, kami sudah koordinasi dengan Pertamina," ujar Kasman.
Dia meminta masyarakat diminta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Apalagi pemerintah pusat juga telah memastikan tidak ada rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
"Masyarakat tidak perlu panik, pemerintah pusat telah menyampaikan tidak ada kenaikan harga," katanya.
Kasman mengingatkan aksi panic buying justru berpotensi menimbulkan gangguan distribusi dan memperparah antrean di SPBU. Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
"Bapak Gubernur juga sudah menyampaikan kepada masyarakat agar tidak panic buying karena stok BBM di Sulsel itu aman," ujarnya.
Isu mengenai kenaikan BBM membuat sejumlah SPBU di Kota Makassar diwarnai antrean. Salah satunya di SPBU yang berada di bilangan Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.
Tidak Ada Kenaikan Harga BBM
Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Bahlil memastikan harga BBM subsidi masih tetap. Adapun, harga Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite sebesar Rp 10.000 per liter serta Biosolar Rp 6.800 per liter.
"Kami menyampaikan bahwa pemerintah atas arahan Bapak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun. Artinya flat, masih pakai harga sekarang," kata Bahlil dalam Konferensi Pers daring, Selasa (31/3/2026) malam.
Bahlil menegaskan kembali, stok energi nasional dalam kondisi yang cukup. Termasuk stok BBM, gas, LPG, biosolar, hingga avtur.
"Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional, baik itu solar maupun bensin, termasuk dengan gas, termasuk dengan avtur, termasuk juga dengan LPG," ucap dia.
"Artinya, sekalipun kita tahu semua bahwa ketegangan geopolitik yang belum kita tahu kapan selesai dan beberapa negara lain telah melakukan berbagai macam kebijakan dalam rangka efisiensi di negaranya, mita bersyukur kepada Allah SWT atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional," ia menambahkan.