Pramono Ungkap Biang Kerok Sampah Menggunung di Jakarta Usai Lebaran

Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di Jakarta usai Lebaran.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 31 Maret 2026, 15:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Winda Nelfira/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Tumpukan sampah menggunung di sejumlah titik di Jakarta usai Lebaran. Kondisi ini terlihat di Pasar Induk Kramat Jati serta beberapa tempat penampungan sementara (TPS) di kawasan Rawadas, Pondok Kopi, dan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut bahwa tumpukan sampah tersebut dipicu imbas terganggunya pengangkutan sampah akibat longsor di TPST Bantargebang pada Minggu, 8 Maret 2026 lalu.

“Sebagai akibat longsor pada waktu itu di zona 4A kemudian memang harus ada waktu 10 hari untuk kita tata kembali,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Pramono menyampaikan, selama masa penataan ulang kawasan Bantargebang yang longsor dilakukan, pengangkutan sampah dari berbagai wilayah Jakarta mengalami hambatan. Akibatnya, sampah menumpuk di sejumlah titik.

“Beberapa tumpukan bukan hanya di Kramat Jati, di beberapa tempat juga terjadi,” ucap dia.

Berangsur Dibersihkan

Meski begitu, Pramono menyebut bahwa kondisi tumpukan sampah saat ini sudah jauh membaik seiring kembali normalnya operasional Bantargebang.

“Tapi sekarang ini sudah tertata kembali,” katanya.

Dia berujar, hampir seluruh titik yang sebelumnya mengalami penumpukan sampah kini telah berangsur dibersihkan.

“Sekarang ini hampir semua tumpukan itu sudah bersih kembali karena memang Bantargebang sudah bisa digunakan kembali,” ujar Pramono.

Dorong Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk membahas solusi jangka panjang, termasuk rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Bantar Gebang.

“Saya tadi komunikasi langsung dengan Pak Menko Pangan dan beliau meminta untuk lahan di Bantar Gebang yang dipersiapkan untuk pembangkit listrik tenaga sampah sudah kami persiapkan,” kata dia.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta juga telah lebih dulu mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Pusat terkait rencana tersebut.

“Dan sebenarnya kami sudah berkirim surat kepada Bapak Menko Pangan,” tambahnya.

Pramono menilai, beban TPST Bantargebang saat ini sudah terlalu berat setelah menampung sampah dalam jumlah sangat besar selama bertahun-tahun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya