Kapal Nazila 05 Tenggelam di Perairan Malut, Puluhan Penumpang Terombang-ambing di Tengah Laut

Kapal Nazila 05 yang membawa puluhan penumpang tenggelam di Perairan Maluku Utara.

oleh Yoseph IkanubunDiterbitkan 31 Maret 2026, 10:14 WIB
Pencarian Kapal Nazila 05 yang berangkat dari Taliabu, Maluku Utara menuju Kema, Sulut, tenggelam di Perairan Maluku Utara (Istimewa)

 

Liputan6.com, Maluku Utara - Kapal Nazila 05 yang berangkat dari Taliabu, Maluku Utara, menuju Kema, Sulut, tenggelam di Perairan Maluku Utara. Akibatnya puluhan penumpang yang kebanyakan warga SUlut dilaporkan terombang-ambing di tengah laut.

"Pencarian puluhan penumpang itu dilakukan lintas provinsi termasuk melibatkan Basarnas Palu, Sulawesi Tengah," ujar Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumeleng pada, Selasa (31/3/2026).

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melaporkan perkembangan hari kedua Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal Nazila 05 yang tenggelam di perairan Maluku Utara.

Informasi kejadian pertama kali diterima dari pelapor, Rifani Samatia selaku pemilik kapal, pada Senin 30 Maret 2026 pukul 10.00 Wita. Lokasi kejadian diketahui berada di perairan bagian utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Berdasarkan kronologi, kapal Nazila 05 bertolak dari Pulau Taliabu menuju Desa Kema, Sulawesi Utara pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 18.00 WIT.

Pada Senin dini hari sekitar pukul 03.30 WIT, nahkoda melaporkan kepada pemilik kapal bahwa kapal mengalami patah haluan akibat cuaca buruk. Selanjutnya, pada pukul 04.00 WIT, nahkoda kembali menginformasikan bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat.

Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian. Pada pukul 03.00 WITA, KN SAR Bhisma bergerak menuju titik rakit pada koordinat 0°21'0.00"N 124°37'0.00"E, namun hasil pencarian masih nihil. Selanjutnya pada pukul 05.00 WITA, RB 216 Gorontalo berada di koordinat 0°12.457'N 124°13.332'E dan melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi.

Pada pukul 06.00 Wita, Communication Center Kansar Palu melakukan koordinasi dengan penjaga rakit di perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulut,  yang menginformasikan bahwa seluruh korban berada pada koordinat 0°21.00'S 124°37.000'E.

Menindaklanjuti informasi tersebut, KN SAR Bhisma langsung bergerak menuju lokasi tiba pukul 08.00 Wita.

 

Penumpang Dievakuasi

Jumlah korban dalam peristiwa ini tercatat 27 orang. Perkembangan terkini, Selasa (31/3/2026), sekitar pukul 09.30 Wita, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di atas rakit. Para korban kemudian dievakuasi ke KN Bhisma.

"Seluruh korban sudah ditemukan, dan dievakuasi ke KN Bhisma," ujar Humas Basarnas Manado Nuriadin Gumeleng. 

Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Crew KN SAR Bhisma, Rescuer Pos SAR Luwuk, serta Crew RB 216 Gorontalo dengan dukungan alut berupa KN SAR Bhisma, RB 216 Gorontalo, peralatan navigasi, komunikasi, serta perangkat Starlink.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhamad Rizal, menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

"Kami akan mengonfirmasikan perkembangan selanjutnya," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya