Desa Manemeng Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Gotong Royong dan Program Desa BRILiaN

Desa Manemeng di Sumbawa Barat memperkuat ekonomi kerakyatan lewat gotong royong, BUMDes, dan Program Desa BRILiaN yang mendorong usaha warga.

oleh Wuri AnggariniDiterbitkan 30 Maret 2026, 19:47 WIB
Desa Manemeng semakin tumbuh bersama program Desa BRILiaN dari BRI.

Liputan6.com, Sumbawa Barat - Transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal semakin menunjukkan peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal tersebut terlihat di Desa Manemeng, Kabupaten Sumbawa Barat, yang menjadikan nilai gotong royong sebagai fondasi utama dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui semangat “Marenta Barmak” atau bekerja bersama, masyarakat Desa Manemeng membangun ekosistem ekonomi desa yang produktif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan berbagai potensi lokal yang dimiliki.

Dalam kehidupan sehari-hari, semangat kebersamaan tersebut tidak hanya tercermin sebagai budaya sosial, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga. Berbagai sektor usaha berkembang, mulai dari pertanian, produksi batu bata dan batako, hingga peternakan sapi yang menjadi sumber penghidupan masyarakat desa.

Kepala Desa Manemeng Jayadi menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi pekerjaan utama bagi sebagian besar masyarakat.

"Manemeng adalah desa yang homogen, mayoritasnya petani dan buruh tani. Ada yang berladang dan berternak, tetapi pekerjaan utamanya tetap di sektor pertanian,” ujarnya.

Perkembangan Usaha Masyarakat Desa

Desa Manemeng semakin tumbuh bersama program Desa BRILiaN dari BRI.

Di sela aktivitas utama tersebut, berbagai usaha lain berkembang sebagai sumber penghasilan tambahan, mulai dari klaster peternakan, produksi batu bata, hingga berbagai usaha mikro. Perkembangan ini semakin terasa sejak Desa Manemeng menjadi bagian dari Program Desa BRILiaN.

"Sekarang masyarakat sudah mulai menggunakan BRImo, ada juga yang menjadi BRILink Agen. Layanan digital seperti ini membantu aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan di desa," kata Jayadi.

Perkembangan ekonomi di Desa Manemeng tidak lepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Mandiri yang berdiri sejak 2018. Lembaga ini menjadi motor penggerak berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

BUMDes Sukses Mandiri saat ini fokus memperkuat distribusi dan pemasaran produk pangan desa, dan keterlibatan dalam Program Desa BRILiaN memberikan dampak positif terhadap semangat pengelola BUMDes.

Di sisi lain, aktivitas produksi batu bata juga menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat desa. Setiap hari, para pekerja mampu memproduksi ribuan bata yang kemudian dijemur sebelum dibakar. Meski proses produksi masih sederhana, pemasaran kini telah memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain produksi batu bata, masyarakat juga mengembangkan usaha batako dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia, seiring meningkatnya kebutuhan material konstruksi di kawasan sekitar.

Sementara itu, sektor peternakan juga berkembang melalui kerja sama antarwarga. Kelompok ternak mengelola usaha secara kolektif serta memanfaatkan dukungan pembiayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk mendukung pengembangan usaha.

Program Desa BRILiaN Perkuat Fondasi Desa

Desa Manemeng semakin tumbuh bersama program Desa BRILiaN dari BRI.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pendekatan yang terintegrasi, selaras dengan Asta Cita Pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi dari desa. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.

"Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi BRI untuk mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha. Melalui pendekatan tersebut, BRI berupaya memperkuat kapasitas ekonomi desa agar lebih produktif dan berdaya saing. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya