Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memastikan titik api dan luasan lahan terbakar di Dumai mengalami penurunan tajam, dan upaya penanganan karhutla terus berjalan di lapangan.
Dalam kunjungan ke Dumai, Kapolda Herry menyebut kolaborasi semua unsur terlibat ini harus terus dijaga, karena bukan kerja satu pihak, akan tetapi kerja bersama.
Advertisement
Menurutnya, kunci utama dalam penanganan karhutla adalah kerja bersama yang tidak terputus, serta kemampuan merespons cepat setiap kendala di lapangan.
“Semua harus gotong royong. Apa yang menjadi kendala di lapangan harus segera kita jembatani, baik dari sisi peralatan, dukungan water bombing, maupun langkah lain seperti modifikasi cuaca yang sudah kita komunikasikan,” katanya seperti dilansir Antara.
Dia menegaskan, kehadiran di lokasi merupakan bagian dari upaya memastikan penanganan berjalan secara nyata dan terkoordinasi, sekaligus memotivasi anggota dan petugas gabungan terlibat agar selalu menjaga kolaborasi yang baik dan meningkatkan kewaspadaan diri dalam bekerja.
“Ada penurunan cukup signifikan, dari sebelumnya puluhan titik api, saat ini tinggal delapan titik yang terus kita tangani. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh unsur," ungkap lulusan Akpol 1996 ini.
Data terkini, di wilayah Dumai masih terdapat 11 hotspot, dengan rincian 2 titik di Dumai Timur dan 9 titik di Medang Kampai, dengan status kategori medium. Sementara total luas lahan terdampak kebakaran mencapai sekitar 87,25 hektare.
Tidak Meluas ke Permukiman
Sementara itu, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung yang ikut mendampingi Kapolda Herry meninjau ulang lokasi karhutla sekaligus bertemu dengan warga merasa bersyukur api tidak meluas hingga ke permukiman.
"Saya senang karena polisi mengambil alih awal untuk memulai pemadaman ini. Tugas negara untuk melanjutkan kembali penanganan karhutla," kata Rocky.
Disampaikan lagi, bahwa dibutuhkan juga peran bersama masyarakat, jurnalis dan lembaga swadaya untuk meyakinkan semua pihak dalam menjaga alam agar tidak ada perluasan kebakaran hutan.
Melalui Program Green Policing, Rocky menilai Polda Riau lebih maju selangkah dalam menenangkan alam dengan keterlibatan masyarakat agar hubungan dengan manusia baik dan terjaga.