Juventus: Kenapa Locatelli Belum Sepenuhnya Pantas Mengenakan Ban Kapten

Juventus menghadapi kritik soal kepemimpinan Manuel Locatelli yang dinilai belum maksimal di tengah inkonsistensi tim.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Maret 2026, 21:14 WIB
Manuel Locatelli dan Roberto Piccoli beraksi dalam laga Serie A antara Fiorentina dan Juventus di Artemio Franchi, 22 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Juventus kembali menghadapi pertanyaan serius terkait kepemimpinan di dalam tim utama. Performa yang belum stabil dalam beberapa pekan terakhir membuat peran kapten menjadi perhatian utama.

Manuel Manuel Locatelli yang dipercaya mengenakan ban kapten kini berada di bawah tekanan tinggi. Tuntutan terhadap gelandang tersebut tidak hanya datang dari performa individu, tetapi juga pengaruhnya terhadap rekan setim.

Kondisi ini semakin terasa karena target finis di zona Liga Champions masih belum aman. Hasil pertandingan ke depan akan sangat menentukan arah musim mereka.


Kritik terhadap Kepemimpinan Locatelli

Bermain di kandang sendiri, Juventus tampil spartan dan berhasil ungul 3-0 hingga berakhirnya babak kedua. Gol dicetak oleh Manuel Locatelli (37') (P), Federico Gatti (70'), Weston McKennie (82'). (AP Photo/LaPresse/Fabio Ferrari)

Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, mengungkapkan pandangannya terkait situasi ini. Ia menilai Locatelli belum sepenuhnya memiliki karakter yang dibutuhkan untuk memimpin tim besar.

“Melawan Galatasaray, dia membuat saya terkesan. Saya sangat menyukainya, dan saya pikir Juventus telah menemukan kapten sejati mereka. Namun, dia masih kurang sedikit dalam hal ketangguhan dan determinasi untuk memimpin tim,” ujarnya.

Penilaian tersebut tidak sepenuhnya negatif karena Locatelli tetap menunjukkan kualitas penting. Namun, ekspektasi di klub sebesar Juventus menuntut lebih dari sekadar performa teknis.

Tacchinardi juga menyinggung situasi penalti yang dinilai kurang tegas dalam pengambilan keputusan. Ia membandingkannya dengan era Alessandro Del Piero yang memiliki otoritas penuh sebagai eksekutor.

“Seorang pemain harus mengambil penalti dengan tenang. Hari ini, di Juve, Anda mengambil bola, berbicara dengannya, menanyakan perasaannya, dan Locatelli melihat semua drama ini. Ini jelas mengganggu, ini kesalahan besar dari Bianconeri,” lanjutnya.


Beban Sejarah dan Harapan Tinggi

Alessandro Del Piero. Striker Italia yang telah pensiun bersama Delhi Dynamos pada Januari 2015 ini pernah menjadi top skor Liga Italia pada musim ke-15 bersama Juventus pada 2007/2008 saat berusia 34 tahun. Total ia mencetak 21 gol pada musim tersebut. (AFP/Giuseppe Cacace)

Juventus memiliki tradisi panjang dengan kapten berkarakter kuat di ruang ganti. Nama-nama seperti David Trezeguet, Pavel Nedved, hingga Zlatan Ibrahimovic menjadi bagian dari era dengan kepemimpinan jelas.

Perbandingan ini secara tidak langsung menambah tekanan bagi Locatelli dalam menjalankan tugasnya. Namun, setiap generasi memiliki pendekatan berbeda dalam memimpin tim.

Situasi saat ini juga dipengaruhi oleh kolektivitas skuad yang belum sepenuhnya solid. Peran kapten tetap krusial dalam menjaga stabilitas mental tim di momen sulit.

Meski kritik terus bermunculan, peluang Locatelli untuk berkembang masih terbuka lebar. Dengan pengalaman dan dukungan yang tepat, ia berpotensi memperkuat karakter kepemimpinannya di masa depan.

Sumber: juvefc


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya