Pep Guardiola Bakal Tinggalkan Manchester City Lebih Cepat di Akhir Musim, Ini Tandanya

Pep Guardiola dikabarkan akan akhiri masa baktinya di Manchester City pada musim panas 2026.

oleh Rindi AntikaDiterbitkan 28 Maret 2026, 22:00 WIB
Pep Guardiola tidak hanya sukses sebagai pelatih namun ternyata juga berkilau saat menjadi pemain. Pelatih Manchester City ini tercatat telah meraih 15 trofi bersama Barcelona. Termasuk enam gelar La Liga dan satu trofi Piala Eropa. (AFP/Lindsey Parnaby)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar terbaru hadir menyangkut masa depan manajer Manchester City, Pep Guardiola. Sang nakhoda dikabarkan akan meninggalkan klub pada musim panas 2026 mendatang.

Meskipun pelatih asal Spanyol tersebut masih memiliki kontrak resmi yang berlaku hingga Juni 2027, berbagai indikasi menunjukkan kemungkinan besar ia akan mengakhiri masa baktinya lebih awal di Etihad Stadium.

Spekulasi ini diperkuat oleh pengamatan dari kolega Matthias Sammer. Mantan Direktur Olahraga Bayern Munchen itu mengungkapkan adanya firasat kuat bahwa ada sesuatu yang tidak beres berdasarkan ekspresi wajah sang manajer.

"Saya rasa saya cukup memahaminya dari ekspresi wajahnya, gerak tubuhnya, matanya, dan cara bicaranya. Firasatku mengatakan ada sesuatu yang tidak beres saat melihat wajahnya,” ungkapnya pada Sky. 


Tepis Rumor Kepergian di Depan Mata

Pep Guardiola sempat menghadiri undangan makan malam dengan Sir Alex Ferguson yang ketika itu baru meninggalkan Manchester United pada 2014. (AFP/FABRICE COFFRINI)

Pria berusia 55 tahun itu berulang kali menepis rumor mengenai kepergiannya dan bersikeras bahwa dia 'masih menikmati' memenangkan trofi, setelah membawa Man City meraih kemenangan di final Piala EFL melawan Arsenal di Wembley akhir pekan lalu.

Guardiola juga tidak menunjukkan tanda-tanda keinginannya untuk meninggalkan City sebelum pertandingan dimulai, dengan mengatakan, “Masa depan akan cerah dan musim depan kami akan kembali”.

Namun, Sammer mengklaim bahwa ia telah melihat tanda-tanda jelas yang menunjukkan bahwa kepergian manajer Man City itu sudah di depan mata.


Pelatih Paling Sukses

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, pada pertandingan Liga Inggris melawan Fulham di Craven Cottage, Rabu, 3 Desember 2025. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Manajemen Manchester City menginginkan agar pelatih asal tersebut tetap bertahan setidaknya satu musim atau mungkin lebih lama lagi, mengingat ia pembawa era paling sukses dalam sejarah klub dengan memenangkan total 19 trofi.

Kemenangan Man City di Piala EFL mengamankan trofi utama ke-40 bagi Guardiola dalam karier manajerialnya yang gemilang selama 17 tahun.

Guardiola adalah pemenang Liga Inggris enam kali dan juara Piala EFL lima kali. Tidak ada manajer yang memenangkan kompetisi terakhir ini lebih banyak darinya.


Konteks Ketidakpastian Klub

Momen Pep Guardiola (kanan) berbincang dengan Erling Haaland usai menerima medali juara Carabao Cup. Pada partai final, Man City mengalahkan Arsenal 2-0. (Adrian Dennis / AFP)

Masa depan Guardiola juga dikaitkan dengan situasi eksternal yang membayangi Manchester City, termasuk proses hukum terkait 115 tuntutan pelanggaran aturan finansial dari Premier League yang masih berlangsung.

Selain itu, munculnya rumor mengenai masa depan pemain bintang seperti Erling Haaland yang mulai dikaitkan dengan klub-klub menambah daftar ketidakpastian di dalam skuad.

Kombinasi antara faktor personal, kejenuhan profesional, dan dinamika internal klub menjadi landasan utama munculnya indikasi kuat bahwa era kepemimpinan Guardiola akan segera berakhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya