Ariel Noah Terharu Nonton Film Pelangi di Mars, Nama Astronaut Indonesia Diabadikan dalam Tokoh

Setelah nonton film Pelangi di Mars di Jakarta, baru-baru ini, Ariel Noah terkesima pada banyak aspek termasuk karakter Pratiwi yang dimainkan Lutesha.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 27 Maret 2026, 14:52 WIB
Setelah nonton film Pelangi di Mars di Jakarta, baru-baru ini, Ariel Noah terkesima pada banyak aspek termasuk karakter Pratiwi yang dimainkan Lutesha. (Foto: Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah figur publik menyatakan dukungan untuk film Pelangi di Mars karya sineas Upie Guava. Salah satunya, Ariel Noah. Usai menonton di Jakarta, belum lama ini, pelantun “Ada Apa Denganmu” dan “Mungkin Nanti” terkesima pada banyak aspek termasuk tokoh Pratiwi yang dimainkan Lutesha. Rupanya, nama Pratiwi terinspirasi dari Pratiwi Pudjilestari Sudarmono, astronaut pertama dan satu-satunya dari Indonesia. Ia ilmuwan yang terpilih dalam seleksi yang diadakan National Aeronautics and Space Administration pada 1985 untuk melakukan misi STS-61-H.

“Yang bikin gue terharu karena Upie itu ingat sama dulu Indonesia pernah punya astronaut dan itu dijadikan di sini nama (karakter). Ini science fiction yang identik dengan Indonesia. Jadi mereka bisa berkhayal tapi tetap merasa bahwa ini Indonesia,” kata Ariel Noah.

“Istilahnya, ini budaya Indonesia, bukan budaya luar. Jadi anak-anak bisa mendapatkan petualangan yang seru tapi kulturnya kultur Indonesia. Mudah-mudahan semua masyarakat Indonesia bisa terhibur sama kayak gue terhibur nonton film ini,” beri tahunya.

Pelangi di Mars salah satu dari enam film Indonesia yang tayang untuk libur Lebaran 2026. Menyapa bioskop Tanah Air mulai 18 Maret 2026, Upie Guava menyatakan, Pelangi di Mars adalah surat cinta kepada mimpi anak-anak Indonesia. Pelangi di Mars film hybrid animasi dan live-action yang dibuat dengan teknologi XR. Teknologi ini digunakan dalam karya-karya sineas Hollywood populer seperti The Mandalorian dan The Batman.

 


Bangkitkan Semangat Berani Bermimpi

Upie Guava. (Foto: Dok. Istimewa)

Pelangi di Mars lahir dari keresahan Upie Guava yang berpikir bahwa mimpi besar anak-anak Indonesia mulai pudar. Karenanya ia bertekad membuat film yang membangkitkan semangat berani bermimpi.

Produser Dendi Reynando dari Mahakarya Pictures, juga punya keresahan yang sama akibat tak adanya IP anak asli Indonesia ketika membawa anaknya ke bioskop atau ke toko mainan. Maka, Pelangi di Mars digagas sekitar tahun 2020.

 


Pelangi di Mars "Mendarat ke Bumi"

Produser Dendi Reynando. (Foto: Dok. Istimewa)

Berjalan perlahan dengan teknologi yang masih asing, proses produksi Pelangi di Mars lalu didukung ratusan orang Indonesia yang percaya akan visi “gila” tersebut. Dendi Reynando lega akhirnya Pelangi di Mars mendarat di bioskop.

“Pelangi di Mars telah ‘mendarat di Bumi’ berkat dedikasi ratusan tangan Indonesia yang bersama belajar membangun film ini. Alhasil tercipta film dengan visual kelas dunia yang tak pernah ada di film Indonesia sebelumnya,” kata Dendi Reynando.


So Much Effort, So Much Heart to It

Menyaksikan trailer film Pelangi di Mars, masyarakat Indonesia dipukau oleh visual dan teknis yang dianggap revolusioner bagi industri sinema Indonesia. (Foto: Dok. Mahakarya Pictures)

Tak hanya Ariel Noah yang kagum, YouTuber sekaligus influencer Muntaz Halilintar yang pernah diajak melihat langsung proses produksi Pelangi di Mars di Doss Guava XR Studio juga turut membagikan kekagumannya.

“Salah satu set paling gila yang pernah saya lihat. So much effort, so much heart to it,” ungkapnya. Selain Lutesha, film ini diperkuat performa Rio Dewanto, Messi Gusti, Gilang Dirga, Kristo Immanuel, hingga Livy Renata.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya