Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mencatat sebanyak 18.943 orang telah menggunakan armada layanan rute SH2 (Blok M-Bandara Soekarno Hatta atau Soetta) selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, yakni pada 13-25 Maret.
"Layanan rute SH2 ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memudahkan perjalanan masyarakat dari pusat kota langsung ke gerbang udara internasional kita," ujar Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza dalam keterangan di Jakarta, melansir Antara, Jumat (27/3/2026).
Advertisement
Menurut dia, rute tersebut merupakan inisiasi strategis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan dari dan menuju jantung kota Jakarta melalui Terminal Blok M, hingga akses langsung ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Melihat tren pertumbuhan yang positif pada rute SH2, TransJakarta berkomitmen meningkatkan standar layanan pada rute tersebut, salah satunya melalui peningkatan fasilitas di titik keberangkatan.
"TransJakarta akan melakukan optimalisasi fasilitas di titik pemberhentian utama, baik di terminal Bandara Soekarno-Hatta maupun di Terminal Blok M," ucap Welfizon.
Selain itu, pihaknya juga menyediakan rak koper untuk memudahkan penumpang yang membawa banyak barang.
Upaya Lain yang Dilakukan
Menurut Welfizon, upaya lainnya yakni menyesuaikan jadwal keberangkatan bus dengan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno Hatta untuk memastikan ketepatan waktu bagi penumpang.
"TransJakarta terus melakukan evaluasi dan inovasi sesuai arahan Pemprov DKI Jakarta. Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan masyarakat, baik untuk keperluan bekerja maupun perjalanan mudik, dapat terlayani dengan aman, nyaman, dan terjangkau," terang dia.
Seperti diketahui, rute Transjabodetabek SH2 resmi diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 12 Maret 2026. Rute dengan panjang lintasan sekitar 65,1 kilometer itu memiliki waktu tunggu sekitar 10-20 menit, dengan jumlah armada sebanyak 14 unit bus.
Tampilan Bus Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta, Dek Lebih Rendah dan Dilengkapi Ruang Koper
Sebelumnya, bus Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (SH2) dilengkapi dengan ruang khusus untuk menyimpan koper penumpang yang hendak bepergian melalui bandara. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Menurut Pramono, fasilitas tersebut disiapkan karena layanan bus ini memang dirancang untuk melayani mobilitas masyarakat yang membawa bagasi menuju bandara.
"Jadi yang pertama, busnya berbeda. Di dalam busnya sendiri ada tempat untuk menaruh koper-koper, walaupun pasti kalau orang bepergian kopernya banyak, tidak semua koper itu akan bisa mendapatkan tempat tersendiri," ujar Pramono di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sebagian koper penumpang yang menuju Bandara Soetta nantinya kemungkinan tetap dibawa oleh penumpang di dalam kabin bus jika kapasitas ruang koper tidak mencukupi.
"Sehingga ada beberapa koper yang nantinya bersama penumpang, itu konsekuensinya," terang Pramono.
Selain itu, lanjut dia, bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soetta juga didesain dengan dek atau lantai bus lebih rendah untuk memudahkan mobilitas penumpang serta menyesuaikan dengan titik pemberhentian di kawasan bandara.
"Deknya (deck) lebih rendah karena di sana ada tiga titik di Bandara yang harus diberhentikan," ucap Pramono.