Juventus Dinilai Kehilangan Identitas, Tacchinardi Singgung Peran Spalletti

Alessio Tacchinardi menilai Juventus masih kekurangan struktur yang jelas, terutama dalam urusan eksekusi penalti, serta belum menunjukkan karakter kuat di lapa

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 26 Maret 2026, 23:55 WIB
Lois Openda (kanan) merayakan golnya di laga Juventus vs AS Roma di pekan ke-16 Liga Italia 2025/2026 di Allianz Stadium, Minggu (21/12/2025). (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, melontarkan kritik tajam terhadap performa Bianconeri musim ini. Ia menilai tim asal Turin itu masih kekurangan struktur yang jelas, terutama dalam urusan eksekusi penalti, serta belum menunjukkan karakter kuat di lapangan.

Dalam wawancara bersama Sport Mediaset, Tacchinardi membahas berbagai aspek terkait Juventus, mulai dari inkonsistensi performa, kepemimpinan tim, hingga masa depan pelatih Luciano Spalletti.

Juventus saat ini masih berjuang di papan atas Serie A dengan menempati posisi kelima. Dengan delapan laga tersisa, mereka terlibat persaingan ketat dengan Como dan AS Roma demi tiket ke Liga Champions UEFA.

Namun, menurut Tacchinardi, ada masalah mendasar yang belum terselesaikan.

“Tim ini kekurangan ambisi dan energi positif. Mereka tidak pernah benar-benar bermain dengan percaya diri, tanpa karisma dan kepribadian. Itu yang paling terlihat saat ini,” ujarnya.


Sorotan untuk Locatelli dan Kekacauan Penalti

Gelandang Juventus asal Italia #5 Manuel Locatelli merayakan gol dari penalti pada laga leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions UEFA antara Juventus FC dan Galatasaray SK di Stadion Allianz, Turin, 26 Februari 2026. (Isabella BONOTTO / AFP)

Tacchinardi juga menyoroti peran Manuel Locatelli sebagai kapten tim. Ia mengakui sempat terkesan dengan penampilan sang gelandang, tetapi menilai Locatelli belum cukup tegas dalam memimpin.

Ia juga menyinggung situasi penalti yang dinilai kacau di tubuh Juventus.

“Dulu, Alessandro Del Piero selalu jadi eksekutor utama, tanpa perdebatan. Sekarang, satu pemain pegang bola, yang lain ikut bicara, bahkan ada yang saling bertanya. Locatelli hanya melihat. Itu tidak sehat dan bisa mengganggu mental tim.”

Tacchinardi menegaskan bahwa penendang penalti seharusnya memiliki ketenangan dan otoritas penuh, bukan justru dipenuhi keraguan seperti yang terjadi saat ini.


Spalletti Dianggap Tepat, Tapi Butuh Dukungan

Luciano Spalletti, pelatih anyar Juventus yang menggantikan Igor Tudor. (Dok. X @juventusfcen)

Ketika ditanya soal tanggung jawab pelatih terhadap situasi tersebut, Tacchinardi tidak menampik peran Spalletti, namun ia menilai keputusan pelatih harus dihormati penuh oleh pemain.

“Kalau pelatih sudah menentukan siapa eksekutornya, maka yang lain harus mengikuti. Tidak boleh ada gangguan.”

Meski begitu, Tacchinardi tetap percaya bahwa Spalletti adalah sosok yang tepat untuk membawa Juventus kembali ke level tertinggi.

“Dia punya semua kualitas untuk mengangkat tim ini. Tapi dia butuh pemain dengan karakter, kedalaman skuad, dan karisma. Tidak adil jika dia diharapkan melakukan keajaiban tanpa dukungan itu.”


Peluang ke Liga Champions Masih Abu-abu

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi dalam pertandingan fase liga Liga Champions melawan Sporting CP di Turin, Italia, Rabu, 5 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Dengan posisi saat ini, peluang Juventus untuk lolos ke Liga Champions musim depan masih terbuka, tetapi penuh tekanan. Mereka hanya terpaut tiga poin dari zona empat besar. Namun, Tacchinardi mengaku ragu.

“Saya punya banyak keraguan. Mereka tidak boleh lagi kehilangan poin. Kesalahan sudah terlalu banyak. Liga Champions sangat penting, apalagi jika mereka ingin aktif di bursa transfer.”

Juventus kini berada di titik krusial musim. Tanpa perbaikan signifikan, bukan hanya tiket Liga Champions yang terancam, tetapi juga proyek jangka panjang klub di bawah arahan Spalletti.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya