Liputan6.com, Jakarta - Sesudah Lebaran, undangan halalbihalal pun mulai berdatangan. Mengingat bakal banyak makanan dalam acara untuk mempererat tali silaturahmi itu maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
Pertama, tetap makan dalam porsi kecil dengan frekuensi teratur. "Guna menyiasati melimpahnya hidangan terutama musim halalbihalal saat masuk hari kerja, masyarakat sangat disarankan untuk makan dalam porsi kecil dengan frekuensi yang teratur," ungkap ahli gizi di Kalimantan Timur Fitriyah Noor Aini Abdullah.
Advertisement
Lalu, perbanyak porsi sayuran serta membatasi asupan karbohidrat. Konsumsi serat seperti dari sayur dan buah membantu membuat perut kenyang. Selain itu, serat sangat berguna untuk membantu memecah partikel kolesterol jahat dari berbagai makanan bersantan khas yang kerap disantap selama Lebaran.
Fitriyah juga mengingatkan untuk membatasi gula, garam dan lemak sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan. Aturan kesehatan tersebut membatasi maksimal empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, serta lima sendok makan lemak setiap harinya.
Tak ketinggalan asupan cairan dari air putih juga penting. "Pemenuhan cairan tubuh wajib dijaga dengan rutin minum minimal delapan gelas air putih setiap hari," saran dia mengutip Antara.
Terapkan Pedoman Isi Piringku
Fitriyah juga mengingatkan usai Lebaran mengonsumsi makanan mengikuti anjuran Kemenkes yakni menerapkan Isi Piringku.
"Sangat penting mengembalikan komposisi makanan yang seimbang dalam satu piring melalui pedoman Isi Piringku," kata Fitriyah.
Isi Piringku berarti di dalam piring terdiri dari:
- 1/2 piring: sayuran (porsi lebih banyak) dan buah-buahan.
- 1/4 piring (makanan pokok): karbohidrat seperti nasi, jagung, kentang, ubi, atau mie.
- 1/4 piring (lauk pauk): protein hewani (ikan, ayam, telur) dan nabati (tempe, tahu).