Kondisi Terkini Andrie Yunus, Tim Dokter Jalani Operasi Terpadu Selamatkan Mata Kanan

Korban penyiraman air keras, Andrie Yunus, menjalani operasi lanjutan akibat gangguan serius pada jaringan mata kanan.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 26 Maret 2026, 09:32 WIB
Polri Ungkap Wajah Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus KontraS (Tangkapan Layar YouTube Liputan6.)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjalani tindakan operasi terpadu pasca menjadi korban penyiraman air keras.

Tindakan medis tersebut dilakukan setelah tim dokter menemukan adanya gangguan aliran darah pada bagian sklera mata kanan korban.

"Tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40%, yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya. Berdasarkan evaluasi tersebut, diputuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan," dikutip dari siaran pers Humas RSCM, Kamis (26/3/2026).

Dalam operasi tersebut, tim medis melakukan pemindahan jaringan dari bagian dalam mata untuk menutup area terbuka. Selain itu, dilakukan penempelan membran amnion serta pemasangan kembali lensa pelindung mata.

Langkah ini bertujuan memperbaiki permukaan bola mata sekaligus mendukung proses penyembuhan jaringan yang terdampak.

Selanjutnya, tim medis juga menemukan adanya penipisan jaringan kornea pada bagian atas hingga luar kornea mata kanan akibat proses inflamasi.

"Untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan," tulisnya.

Dari sisi bedah plastik, tindakan lanjutan berupa pembuangan jaringan mati (debridement) serta cangkok kulit dilakukan pada area mata, dada, dan pundak korban. Proses ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penyembuhan luka bakar.

 

Jaga Keutuhan Bola Mata dan Kendalikan Peradangan

Seorang aktivis memegang poster saat demonstrasi mendukung Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal, Yogyakarta, 14 Maret 2026. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. (DEVI RAHMAN/AFP)

Tim medis menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga keutuhan bola mata kanan serta mengendalikan peradangan.

"Fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut," jelasnya.

Hingga kini, kondisi Andrie Yunus masih dalam pemantauan ketat tim medis multidisiplin dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2016 lebih buruk daripada 2015 (liputan6/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya