Laporan Liputan6.com dari New York: HP Perkuat Sistem Kerja Hibrida, Integrasikan AI hingga Ruang Rapat

Perangkat apa saja yang ada pada Portofolio Hybrid Systems HP?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 26 Maret 2026, 14:36 WIB
VP of Product and Portfolio Management HP Hybrid Systems Greg Baribault pada Selasa (24/3/2026) di New York City, AS, menyebut pendekatan sistem hibrida dirancang untuk memungkinkan pengguna bekerja optimal dari mana saja, baik di kantor, rumah, maupun saat mobile. (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Liputan6.com, New York City - HP Inc. terus memperkuat posisinya dalam transformasi kerja hibrida dengan menghadirkan berbagai inovasi perangkat dan sistem terintegrasi. Melalui lini bisnis Hybrid Systems, HP menegaskan fokusnya bukan hanya pada perangkat, tetapi pada pengalaman kerja yang menyeluruh.

VP of Product and Portfolio Management HP Hybrid Systems, Greg Baribault, menjelaskan bahwa pendekatan “sistem hibrida” dirancang untuk memungkinkan pengguna bekerja optimal dari mana saja, baik di kantor, rumah, maupun saat mobile.

“Ini tentang menghadirkan perangkat dan sistem yang relevan untuk kerja hibrida, sehingga orang bisa melakukan pekerjaan terbaik mereka di mana pun mereka berada,” ujarnya dalam sesi media briefing di HP Imagine 2026 di New York City, Amerika Serikat, pada Selasa (24/3/2026).

Portofolio Hybrid Systems HP mencakup berbagai perangkat, mulai dari periferal personal seperti headset, keyboard, dan mouse, hingga sistem ruang konferensi yang terpasang permanen. Pengembangan lini ini berawal dari akuisisi Poly, yang kemudian diperluas dengan berbagai aksesori dan solusi kolaborasi.

Dalam pengembangannya, HP juga menyatukan berbagai platform manajemen perangkat ke dalam satu ekosistem terpadu. Salah satunya melalui evolusi Poly Lens menjadi WXP, yang memungkinkan tim IT memantau dan mengelola berbagai perangkat kolaborasi, termasuk dari vendor lain seperti Cisco dan Logitech, dalam satu dashboard.

Di sisi pengguna, HP menghadirkan integrasi perangkat melalui HP Poly Studio, sehingga berbagai perangkat—mulai dari headset hingga aksesori—dapat dikelola dalam satu pengalaman yang lebih sederhana.

HP juga memperkenalkan sejumlah inovasi perangkat, termasuk lini headset HP Poly Mission yang mendukung sertifikasi ganda untuk Zoom dan Microsoft Teams dalam satu perangkat. Pendekatan ini dinilai mempermudah perusahaan dalam pengadaan sekaligus meningkatkan fleksibilitas penggunaan.

Selain itu, perusahaan merilis pembaruan Poly OS 5.0 yang menjanjikan dukungan jangka panjang hingga 2031, termasuk kompatibilitas berkelanjutan dengan platform kolaborasi populer. Langkah ini memberi kepastian bagi pelanggan terkait siklus hidup perangkat yang lebih panjang.

Fitur Proximity Joining

VP of Product and Portfolio Management HP Hybrid Systems Greg Baribault pada Selasa (24/3/2026) di New York City, AS, menyebut pendekatan sistem hibrida dirancang untuk memungkinkan pengguna bekerja optimal dari mana saja, baik di kantor, rumah, maupun saat mobile. (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Salah satu sorotan utama adalah integrasi platform AI HP IQ ke dalam sistem ruang konferensi. Melalui pembaruan perangkat lunak, HP menghadirkan fitur seperti “proximity joining” yang memungkinkan pengguna langsung terhubung ke rapat hanya dengan satu klik saat memasuki ruangan.

Baribault menekankan bahwa inovasi ini bertujuan mengurangi “gesekan digital” yang kerap terjadi dalam penggunaan teknologi ruang rapat.

“Orang tidak ingin menghabiskan waktu memahami cara kerja ruang konferensi. Mereka ingin fokus pada rapatnya,” kata dia.

Dengan HP IQ, kontrol rapat seperti volume, mikrofon, dan kamera dapat diakses langsung dari perangkat pribadi masing-masing peserta. Pendekatan ini juga disebut mampu “mendemokratisasi” rapat karena setiap peserta memiliki kendali yang sama.

HP turut memperkenalkan solusi analitik melalui WXP yang memungkinkan perusahaan memahami pemanfaatan ruang rapat secara lebih mendalam. Teknologi ini bahkan dapat menghadirkan insight berbasis AI, seperti jumlah pengguna dalam ruangan dan efektivitas penggunaan ruang.

“Banyak perusahaan bahkan tidak tahu berapa banyak ruang rapat yang mereka miliki, apalagi bagaimana penggunaannya,” ujar Baribault.

HP Dimension

HP Imagine 2026. (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Di sisi lain, HP juga menampilkan inovasi imersif melalui HP Dimension dengan dukungan Google Beam. Solusi ini menghadirkan pengalaman komunikasi 3D berbasis tampilan lentikular untuk interaksi yang lebih realistis.

Teknologi tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi eksekutif, wawancara kerja, hingga layanan pelanggan bernilai tinggi seperti perbankan dan kesehatan. Meski awalnya dirancang untuk interaksi satu lawan satu, sistem ini kini dikembangkan agar mendukung pertemuan multi-pihak.

HP menargetkan produksi penuh perangkat ini pada akhir tahun, seiring meningkatnya minat dan eksplorasi use case dari berbagai industri.

Ke depan, HP juga tengah mengembangkan fitur lanjutan seperti “Best Place Forward”, teknologi multi-kamera yang secara otomatis memilih sudut terbaik untuk setiap peserta rapat guna meningkatkan pengalaman visual.

Dengan rangkaian inovasi ini, HP menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kerja hibrida yang lebih terintegrasi, cerdas, dan minim hambatan—seiring meningkatnya kebutuhan akan kolaborasi digital yang efisien.

Infografis Jurus 20-20-20 Tangkal Computer Vision Syndrome Selama WFH (Liputan6.com/Niman)

Infografis Jurus 20-20-20 Tangkal Computer Vision Syndrome Selama WFH (Liputan6.com/Niman)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya