Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial RP (49) ditemukan tewas di kawasan Villa Amira Badung, Bali pada Senin (23/3/2026) malam sekitar pukul 22.50 WITA. Polisi menduga korban diserang oleh dua orang pelaku yang hingga kini masih dalam pengejaran.
“Untuk motif dalam perkara ini, kami sedang melakukan pendalaman dari keterangan para saksi kemudian penyelidikan di lapangan untuk mengaitkan. Sehingga nanti kami harapkan motif daripada kejahatan ini dapat kita ulang,” ujar Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, saat konferensi pers di Polres Badung, Rabu (25/3/2026).
Advertisement
Peristiwa bermula saat korban bersama pacarnya berjalan keluar dari villa sekitar pukul 22.00 WITA. Keduanya sempat melihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor mencurigakan di sekitar lokasi.
Tak lama kemudian, kedua pelaku berbalik arah dan langsung menyerang korban menggunakan pisau. Saksi yang merupakan pacar korban sempat dikejat, langsung melarikan diri ke area gelap di sekitar villa.
Korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala, leher, bahu, hingga punggung akibat senjata tajam. Meski sempat dilarikan ke RS BIMC, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.29 WITA akibat kehabisan darah.
Polisi mengungkapkan pelaku diduga berjumlah dua orang laki-laki. Namun hingga kini identitas maupun kewarganegaraan pelaku masih belum dapat dipastikan.
“Sejauh ini kita masih terus melakukan pencarian terhadap terduga pelaku dengan berkoordinasi juga dengan instansi terkait, manakala nanti mungkin ada rencana dari para pelaku untuk melarikan diri keluar Bali ataupun ke luar negara,” tegas Joseph.
Pelaku Pakai Jaket Ojek Online
Dari keterangan saksi, salah satu pelaku menggunakan jaket ojek online berwarna gelap, sementara pelaku lainnya mengenakan kaos berwarna oranye.
Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan apakah aksi tersebut merupakan pembunuhan berencana atau tidak. Dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman berdasarkan keterangan saksi dan bukti di lapangan.
“Itu nanti kita gali. Kita gali apakah memang perbuatan ini telah direncanakan sebelumnya,” imbuh dia.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya komunikasi antara pelaku dan korban sebelum kejadian, termasuk menelusuri bukti elektronik seperti rekaman CCTV yang terbatas di sekitar lokasi.
Korban Punya Bisnis di Bali
Korban diketahui merupakan WNA asal Belanda berusia 49 tahun yang telah beberapa kali datang ke Bali sejak 2022 dan menetap sejak 2024. Selama di Bali, korban disebut memiliki sejumlah aktivitas bisnis, meski detailnya masih dalam pendalaman polisi.
“Untuk kegiatan korban, berasal dari informasi, ada berkaitan dengan beberapa usaha atau bisnis. Dan ini juga masih kita dalami terkaitan usaha dan bisnis,” kata Joseph.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya lima saksi, termasuk warga sekitar, pemilik villa, serta pacar korban yang berada di lokasi saat kejadian.
Namun, proses penyelidikan terkendala minimnya CCTV di area tempat kejadian perkara. Polisi kini mengandalkan rekaman CCTV di ujung gang serta pendekatan scientific investigation untuk mengungkap pelaku.
“Kami akan memaksimalkan dengan berpedoman pada scientific investigation yang akan didukung dengan keterangan-keterangan saksi, kemudian bukti di lapangan, dan tentunya dukungan elektronik tadi yang sangat penting sekali dari CCTV,” tutup dia.