Liputan6.com, Jakarta - Fenomena hoaks di media sosial semakin meresahkan masyarakat Indonesia. Informasi palsu ini kerap menyebar dengan cepat, memanfaatkan teknologi canggih dan kurangnya literasi digital. Dampaknya pun beragam, mulai dari kebingungan publik hingga kerugian material.
Berbagai bentuk hoaks terus bermunculan, mulai dari manipulasi suara dan gambar menggunakan kecerdasan buatan (AI) hingga klaim-klaim menyesatkan tentang program pemerintah atau undian berhadiah. Penting bagi setiap pengguna media sosial untuk selalu waspada dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
Advertisement
Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap enam hoaks paling menonjol yang pernah beredar di media sosial., diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menyaring informasi dan terhindar dari jebakan berita bohong.
Simak 6 hoaks yang beredar dimedia sosial hasil penelusuri Cek Fakta Liputan6.com.
1. Video Menag Nasaruddin Umar Beri Bantuan Rp 40 Juta
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menag Nasaruddin Umar mengumumkan bantuan sebesar Rp 40 juta dengan cara melengkapi huruf. Informasi diunggah di Facebook pada 9 Maret 2026.
Ini unggahannya:
"Silahkan lengkapi huruf di bawah menjadi benar, Saya akan berikan bantuan untuk modal usaha kepada kalian semua"
Berikut narasi dalam video:
"Silakan lengkapi huruf di bawah dengan benar, saya akan transfer kepada kalian 40 juta sekarang juga. Saya akan memilih beberapa orang saja yang beruntung mendapatkan bantuan dari saya, yang bilang hoaks karena belum dapat ya"
Sedangkan huruf yang diminta dilengkapi yakni:
"LENGKAPI HURUF DI BAWAH
M_NT_R_ _G_M_"
Terdapat menu kirim pesan dalam postingan.
Benarkah klaim video Menag Nasaruddin Umar mengumumkan bantuan Rp 40 juta dengan cara melengkapi huruf? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Harga BBM di Pulau Jawa dan Bali Berubah pada 9 Maret 2026
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim harga BBM di pulau Jawa dan Bali berubah sejak 9 Maret 2026. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Threads. Akun itu mempostingnya pada 8 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Akibat perang Iran vs Isræl dan US, beredar desas-desus stok BBM cuma 20 hari. Per Senin, 9 Maret 2026, harga BBM menjadi: 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗹𝗶𝘁𝗲: 𝗥𝗽 5.000 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗺𝗮𝘅: 𝗥𝗽 6.150 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮𝘅 𝗧𝘂𝗿𝗯𝗼: 𝗥𝗽 6.550
Catatan
1. Harga di atas, khusus Pulau Jawa dan Bali
2. Harga per setengah liter"
Lalu benarkah postingan yang mengklaim harga BBM di pulau Jawa dan Bali berubah sejak 9 Maret 2026? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
3. Artikel Ma'ruf Amin Sebut Zakat Tidak Masalah Digunakan untuk MBG
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Ma'ruf Amin menyebut uang zakat tidak masalah digunakan untuk MBG. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 27 Februari 2026.
Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel dari CNBC Indonesia berjudul:
"Mar'uf Amin Uang Zakat Digunakan untuk Program MBG Tidak Apa2 Tidak Berdosa Malah Dianjurkan"
Akun itu menambahkan narasi:
"OMON² Apa Yai..."
Lalu benarkah postingan artikel Ma'ruf Amin menyebut uang zakat tidak masalah digunakan untuk MBG? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......
Penelusuran Fakta
4. Artikel Yaqut Sebut Bahlil Serahkan Uang Minyak Pertamina ke Jokowi 5 Triliun
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Yaqut Cholil Qoumas menyebut Bahlil menyetor uang minyak Pertamina ke Jokowi sebesar 5 triliun. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 Maret 2026.
Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari Redaksi Fajar berjudul:
"Yaqut Cholil Qiemas: Waktu Saya Serahkan Uang Haji Tiga Triliun Ke Rumah Jokowi Pak Bahlil Setoran Juga Uang Minyak Pertamina Lima Triliun, Masa Saya Sendiri Yang kena KPK Tidak Adil Dong"
Akun itu menambahkan narasi, "Rakyat sudah tahu siapa sebenarnya Jokowi"
Lalu benarkah postingan artikel Yaqut Cholil Qoumas menyebut Bahlil menyetor uang minyak Pertamina ke Jokowi sebesar 5 triliun? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....
5. Artikel Habiburokhman Sebut Jokowi Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Habiburokhman menyebut Jokowi terlibat penyiraman air keras pada Andrie Yunus. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 Maret 2026.
Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel berjudul:
"Habiburrokhman: Presiden Jokowi Terlibat Penyiraman Air Keras Ke Aktivis Andrie Yunus, Polisi, TNI Arahan Jokowi, Jokowi Yang Mengatur"
Lalu benarkah postingan artikel Habiburokhman menyebut Jokowi terlibat penyiraman air keras pada Andrie Yunus? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini......
6. Link Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Maret 2026.
Klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"Mudik makin tenang bersama Mudik Gratis Pertamina 2026! 🎉
Program ini dibuka untuk 34 Provinsi di Indonesia 🇮🇩
✨ Kuota terbatas
✨ Perjalanan nyaman
✨ Kesempatan pulang kampung gratis
⏳ Segera daftar sebelum kehabisan!
Link pendaftaran ada di BIO."
Dalam unggahan klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026, terdapat menu daftar. Jika menu tersebut diklik akan muncul link berikut.
"https://daftarkaansegerakappal.netlify.app/?fbclid=IwY2xjawQkXLRleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETE2bEI0aGw1RW1seHl6bExwc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHgjWljqoC_b29P8Opkymn7zIZYD420Q_Ypd12NxhgqDagm5Ick8VaxdGDLHU_aem_g8TkCnZYaoxa2CgN7YsnbQ"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital, yang meminta sejumlah data pribadi yaitu nama, provinsi dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran mudik gratis Pertamina 2026? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.