Alarm Bahaya Inter Milan: Satu Bulan Tanpa Kemenangan

Inter Milan dipastikan tanpa kemenangan sepanjang Maret 2026 usai hasil buruk beruntun, peluang juara Liga Italia kini di ujung tanduk.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 Maret 2026, 18:22 WIB
Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri (kanan) menyentuh kepala pemain Inter Milan Alessandro Bastoni saat laga Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Inter Milan di Milan, Italia, Minggu, 8 Maret 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan dipastikan menutup Maret 2026 tanpa satu pun kemenangan di kompetisi domestik. Situasi ini menjadi pukulan telak bagi tim yang sebelumnya nyaman di puncak klasemen Liga Italia.

Performa Inter Milan menurun tajam dalam beberapa pekan terakhir dan menghapus keunggulan yang sempat mereka bangun. Rentetan hasil negatif membuat persaingan gelar kembali terbuka lebar.

Inter Milan gagal meraih kemenangan dalam tiga laga liga sepanjang Maret 2026. Hasil tersebut memberi kesempatan bagi AC Milan dan Napoli untuk kembali masuk dalam perebutan gelar.

Dengan delapan pertandingan tersisa, tekanan kini semakin besar bagi Inter Milan. Pelatih Cristian Chivu menghadapi ujian berat di musim pertamanya.


Ketergantungan pada Lautaro Martinez

Tiga menit usai turun minum atau pada menit ke-48, Lautaro Martinez berhasil menambah keunggulan untuk Inter Milan lewat aksinya memanfaatkan umpan sepak pojok dari Calhanoglu. Tampak dalam foto, penyerang Inter Milan asal Argentina, Lautaro Martinez melakukan selebrasi usai mencetak gol untuk I Nerazzurri dalam pertandingan pekan ke-17 Serie A Italia melawan Bologna di Stadion San Siro, Milan, Minggu (4/1/2026) waktu setempat atau Senin (5/1/2026) dini hari WIB. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Penurunan performa Inter Milan terjadi beriringan dengan absennya kapten tim, Lautaro Martinez. Cedera yang dialaminya berdampak langsung terhadap efektivitas lini depan.

Tanpa Lautaro Martinez, Inter Milan hanya mencatat satu kemenangan dari enam pertandingan di semua kompetisi. Catatan ini menunjukkan ketergantungan besar terhadap sosok penyerang asal Argentina tersebut.

Minimnya variasi serangan membuat Inter Milan kesulitan membongkar pertahanan lawan. Kondisi ini menjadi faktor utama di balik paceklik kemenangan sepanjang Maret 2026.


Jeda Internasional Jadi Harapan

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu bereaksi saat laga play-off Liga Champions antara Inter vs Bodo/Glimt di San Siro, Milan, Italia, Selasa, 24 Februari 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Jeda internasional hadir sebagai momentum penting untuk memperbaiki situasi. Cristian Chivu memiliki waktu untuk mengembalikan kepercayaan diri tim sebelum memasuki fase krusial.

Kabar baik datang dengan kemungkinan kembalinya Lautaro Martinez saat menghadapi AS Roma. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi tim.

Namun, Inter Milan kini tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan. Setiap laga tersisa akan menjadi penentu dalam menjaga peluang meraih gelar.

Tanpa respons cepat, Inter Milan berisiko kehilangan kendali dalam perburuan trofi. Ini bisa menjadi titik balik yang menentukan arah musim mereka.

Sumber: Sempre Inter


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya