Arus Balik Lebaran 2026, Ibu Menyusui Bisa Manfaatkan Ruang Laktasi di Posko Mudik

Arus balik Lebaran, bagi ibu menyusui yang melakukan perjalanan dari kampung halaman, bisa memanfaatkan ruang laktasi di posko mudik dari Kemendukbangga/BKKBN.

oleh Benedikta DesideriaAde Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 23 Maret 2026, 14:00 WIB
Ibu menyusui bisa memanfaatkan ruang laktasi di posko mudik dari Kemendukbangga. Foto: BKKBN.

Liputan6.com, Jakarta - Arus balik Lebaran menjadi momen bagi jutaan pemudik untuk kembali ke kota asal setelah merayakan hari raya bersama keluarga di kampung halaman. Di tengah padatnya perjalanan, ibu menyusui bisa memanfaatkan ruang laktasi di posko mudik Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Pada Lebaran 2026, Kemendukbangga mendirikan 69 posko mudik di 31 provinsi untuk memberikan pelayanan langsung kepada para pemudik saat menuju atau dari kampung halaman. Untuk arus balik, posko mudik Kemendukbangga beroperasi dari tanggal 25 - 27 Maret 2026.

“Jadi posko ini bagian dari layanan Kemendukbangga/BKKBN di berbagai titik, seperti di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” kata Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Wihaji beberapa waktu lalu.

Selain ruang laktasi, di posko mudik Kemendukbangga pelaku perjalanan bisa juga mendapatkan pelayanan seperti konseling keluarga, pemeriksaan kesehatan gratis, konseling kesehatan reproduksi, pelayanan KB atau pelayanan kontrasepsi, serta mendapatkan informasi terkait program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (program Bangga Kencana).

Di Kalimantan Selatan, misalnya, posko mudik tersedia di Balai KB Bungur, Polres Balangan, dan Balai KB Pudak. Di lokasi ini, pemudik tidak hanya dapat beristirahat, tetapi juga mengakses edukasi dan konseling kesehatan reproduksi, ruang ramah anak (playground), serta dukungan layanan bagi ibu hamil, menyusui, anak, hingga lansia.

Sementara itu, di Bangka Belitung, posko mudik yang berada di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, turut menghadirkan layanan serupa, mulai dari konseling keluarga, ruang laktasi, pelayanan KB, hingga ruang ramah anak.

 

Momentum Lebaran: Penguataan Nilai dalam Keluarga

Menteri Kemendukbangga, Wihaji. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan bahwa momentum Lebaran tidak hanya menjadi wadah silaturahmi tetapi juga penguatan nilai-nilai dalam keluarga.

“Lebaran adalah momentum menyatukan delapan fungsi keluarga,” katanya di Jakarta dalam keterangan pers, dikutip pada Senin (23/3/2026).

Delapan fungsi keluarga tersebut mulai dari fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, hingga perlindungan yang diharapkan dapat terinternalisasi dalam kebersamaan selama mudik dan perayaan Idulfitri.

Idulfitri merupakan momentum untuk kembali kepada nilai-nilai kebaikan, mempererat silaturahmi, dan menguatkan keluarga sebagai fondasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya. Karena dari keluarga lahir generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Karena itu, dalam mudik ini harus membuat keluarga bahagia,” tutur Menteri Wihaji.

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya