Usul IEA Hadapi Gangguan Pasokan Energi Global

IEA menyebutkan mengatasi permintaan adalah alat penting untuk segera mengurangi tekanan kepada konsumen terkait pasokan energi.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Maret 2026, 18:00 WIB
Badan Energi Internasional atau the International Energy Agency (IEA) mengingatkan mengenai langkah-langkah penanggulangan pasokan energi saja tidak akan cukup untuk mengurangi gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global. (Foto: AFP0

Liputan6.com, Jakarta - Badan Energi Internasional atau the International Energy Agency (IEA) mengingatkan pada Jumat, 20 Maret 2026 mengenai langkah-langkah penanggulangan pasokan energi saja tidak akan cukup untuk mengurangi gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, Minggu, (22/3/2026), alih-alih menunggu produksi yang terganggu pulih, menurunkan permintaan dapat mengurangi tekanan pada konsumen dan membantu menurunkan harga lebih cepat.

IAE menyebutkan, meminimalkan transportasi darat dan udara, bekerja dari rumah jika memungkinkan, dan beralih ke kompor listrik dapat secara signifikan membantu mengurangi dampak guncangan bagi konsumen. Risiko geopolitik yang meningkat telah mengguncang para pedagang, tidak hanya menaikkan harga minyak mentah tetapi juga meningkatkan biaya produk olahan seperti solar dan bahan bakar jet, yang secara langsung berdampak pada transportasi, logistik, dan harga konsumen.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 40% sejak dimulainya perang AS-Iran pada 28 Februari, mencapai level tertinggi sejak 2022 karena pasokan sangat terganggu, sebagian besar karena penutupan Selat Hormuz secara efektif.

Selat tersebut merupakan koridor maritim sempit di lepas pantai Iran yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman dan biasanya membawa sekitar seperlima dari konsumsi minyak global.

Negara-negara telah mulai memanfaatkan cadangan minyak strategis, dengan ratusan juta barel yang direncanakan untuk dilepaskan. IEA pekan lalu setuju untuk melepaskan 400 juta barel minyak untuk mengatasi gangguan pasokan yang dipicu oleh perang Iran, tindakan terbesar dalam sejarah organisasi tersebut, tanpa memberikan jadwal kapan stok tersebut akan memasuki pasar.

Menurunkan Permintaan

Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Foto: AFP

Sementara para pembuat kebijakan terus mengelola gangguan pasokan, upaya terkoordinasi untuk mengurangi konsumsi dapat memberikan bantuan tercepat.

"Mengatasi permintaan adalah alat penting dan segera untuk mengurangi tekanan [pada] konsumen dengan meningkatkan keterjangkauan dan mendukung keamanan energi,” kata IEA.

Di antara langkah-langkah yang paling berdampak adalah mendorong kerja jarak jauh jika memungkinkan, meningkatkan penggunaan carpooling dan transportasi umum, dan mengurangi perjalanan udara yang tidak penting.

Langkah-langkah tersebut terutama berfokus pada transportasi darat yang menyumbang sekitar 45% dari permintaan minyak global.

Bekerja dari rumah jika memungkinkan mengurangi permintaan bahan bakar untuk perjalanan pulang pergi, sementara menurunkan batas kecepatan, beralih dari mobil pribadi ke transportasi umum, dan mengatur akses kendaraan pribadi secara bergantian di kota-kota, dapat lebih mengurangi kemacetan dan konsumsi bahan bakar, kata lembaga tersebut.

Langkah-langkah untuk mengalihkan penggunaan gas minyak cair (LPG) dari transportasi ke aplikasi penting seperti memasak juga dapat membantu menjaga harga tetap rendah, begitu pula dengan mengadopsi solusi memasak bersih alternatif yang mengurangi ketergantungan pada LPG.

Pakai Langkah Fiskal

Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Negara-negara juga mempertimbangkan langkah-langkah fiskal untuk mengurangi tekanan pada konsumen dan mencegah kenaikan tajam harga bahan bakar yang dapat menambah tekanan inflasi.

Spanyol berencana untuk mengurangi pajak pertambahan nilai (PPN) atas bahan bakar menjadi 10% dari 21%, menurut laporan media lokal yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Pemerintah juga akan menghapus pajak 5% atas listrik, menurut laporan tersebut.

Italia pada Rabu memangkas bea cukai bahan bakar, sementara Kementerian Keuangan Jerman mengatakan sedang mencari cara untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga bahan bakar, seperti memperkenalkan pajak keuntungan tak terduga pada perusahaan minyak.

Pada Jumat pagi, harga minyak mentah Brent internasional untuk pengiriman Mei naik 1,3% menjadi USD 109,93 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman April sebagian besar tetap stabil di USD 96,20.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya