Liputan6.com, Jakarta - Momen hari pertama Lebaran diwarnai dengan sebuah mobil compact SUV bermerek Ford EcoSport yang terbakar hebat saat melaju di jalan Tol KM 449+600 jalur A, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Sabtu (21/3/2026).
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani menjelaskan, mobil yang melaju dari arah Semarang menuju Solo itu terbakar sekitar pukul 13.50 WIB. Mengetahui adanya api pada mobilnya, pengemudi langsung menepikan kendaraan ke baju jalan.
Advertisement
"Setibanya di KM 449+500 A diduga timbul percikan api dari ruang mesin yang kemudian api membesar dan membakar kap mesin," kata Lingga kepada wartawan.
Lingga belum memberikan keterangan terkait ada tidaknya korban dalam peristiwa ini. Petugas kini masih melakukan penanganan.
Adapun dari foto yang diambil, mobil tersebut tampak terbakar hebat. Belum ada keterangan lanjut terkait insiden kebakaran tersebut.
Sementara itu, arus lalu lintas selama Idul Fitri 1447 Hijriah tampak lancar di tol.
Arus Mudik Lebaran di Tol Kalikangkung
Arus lalu lintas pada pelaksanaan mudik Lebaran 2026 berjalan lancar. Volume lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung pada ruas Jalan Tol Batang–Semarang tercatat mengalami peningkatan dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Pada Periode H-10 s.d H-1 atau 11 sampai dengan 19 Maret 2026, pada GT Kalikangkung Kendaraan menuju Semarang dari arah barat tercatat sebanyak 335.229 kendaraan atau naik 134,80 persen dari laluu lintas normal 142.774 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Kota Semarang ke arah Barat pada periode yang sama tercatat sebanyak 105.780 kendaraan atau turun 21,40 persen dari normal 134.575 kendaraan.
Peningkatan volume lalu lintas tersebut menunjukkan tingginya mobilitas kendaraan yang melintas di ruas tol Batang-Semarang, khususnya pada akses utama melalui Gerbang Tol Kalikangkung yang menjadi salah satu simpul penting jaringan Jalan Tol Trans Jawa.
PT Jasamarga Semarang Batang terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif melalui pusat kendali operasi, serta menyiagakan petugas operasional di lapangan guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan kepolisian dalam melakukan pengaturan lalu lintas apabila diperlukan, sehingga arus kendaraan dapat tetap terjaga dengan baik.