Regulator AS Ungkap Detil Baru Terkait Jaminan Kripto

Regulator di Amerika Serikat (AS) yakni CFTC menilai kripto bukan sebagai pasar sampingan tetapi lapisan dasar untuk keuangan masa depan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Maret 2026, 17:04 WIB
Regulator di Amerika Serikat (AS) mulai berbicara beda mengenai kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Regulator di Amerika Serikat (AS) mulai berbicara beda mengenai kripto. Apa yang dahulu dinilai sebagai risiko yang harus dibatasi, kini semakin digambarkan sebagai infrastruktur yang harus dibangun.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (21/3/2026), bahasa yang dipakai telah bergeser dari penegakan hukum dan ketidakpastian  menjadi koordinasi dan kejelasan, sebuah pergeseran yang sejalan dengan dorongan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai “ibu kota kripto dunia”.

Saat pasar bereksperimen dengan tokenisasi, penyelesaian on-chain, dan jaminan digital, regulator dipaksa untuk menjawab bagaimana sistem ini benar-benar terhubung ke jalur keuangan yang ada.

Panduan terbaru dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas atau Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan jawaban-jawaban itu mulai terbentuk.

Kripto Menjadi Batas Baru Keuangan

Pergeseran sikap ini telah berlangsung selama berbulan-bulan. Chairman CFTC Mike Selig semakin menggambarkan kripto bukan sebagai pasar sampingan, tetapi sebagai lapisan dasar untuk keuangan masa depan.

Dalam pernyataannya pada 17 Maret 2026, ia menuturkan, seiring pasar keuangan bergerak ke blockchain, pihaknya percaya Amerika Serikat harus berfungsi sebagai lapisan dasar tempat pengembang memilih untuk menerapkan sistem yang mendukung batas baru keuangan ini.

Kerangka kerja itu menandai perubahan yang jelas dari skeptisisme regulasi sebelumnya. Alih-alih memperlakukan blockchain sebagai kasus khusus, lembaga itu memposisikannya sebagai infrastruktur inti sambil mengakui sistem aka nada di sepanjang spektrum desentralisasi.

Selig juga menekankan kejelasan sudah lama dibutuhkan bagi komisi untuk mengklarifikasi sistem on-chain mana yang wajib didaftarkan dan mana yang tidak.

Bagaimana Bitcoin dan Stablecoin dapat Digunakan sebagai Jaminan?

Inti dari pembaruan ini adalah poin operasional utama. Futures Commission Merchants (FCMs) sekarang dapat memperlakukan aset kripto tertentu, termasuk bitcoin dan stablecoin sebagai jaminan margin dalam kondisi tertentu. Artinya, perusahaan kini dapat menggunakan kripto sebagai semacam deposit atau penyangga keamanan saat melakukan perdagangan.

 

Aturan Memiliki Batasan Jelas

Ilustrasi harga Kripto. (Foto By AI)

CFTC menyatakan "tidak akan merekomendasikan" tindakan penegakan hukum jika perusahaan menghitung nilai aset ini sebagai bagian dari persyaratan margin, selama mereka menerapkan diskon risiko yang tepat, yang dikenal sebagai potongan harga (haircut).

Pedoman ini juga memungkinkan kripto ini untuk membantu menutupi kekurangan saldo rekening pelanggan, menandai langkah menuju pengintegrasian aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional. Jadi, jika seorang pedagang kehilangan uang, kripto kini dapat membantu menutupi kekurangan tersebut.

Namun, aturan ini memiliki batasan yang jelas. Hanya stablecoin pembayaran yang dapat digunakan oleh perusahaan sebagai jaminan sendiri di rekening pelanggan. Aset kripto lain seperti Bitcoin dan Ether dikecualikan dari penggunaan tersebut, dan kripto masih tidak dapat digunakan sebagai jaminan untuk perdagangan tertentu. Jadi, tidak semua kripto dapat digunakan secara bebas; beberapa penggunaan masih dibatasi.

Terdapat juga pengamanan yang ketat, termasuk persyaratan pelaporan, aturan modal, dan batasan aset mana yang dapat digunakan selama periode peluncuran awal.

 

Kripto Masuk Sistem

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Pada intinya, CFTC mengizinkan kripto masuk ke dalam sistem, tetapi dengan sangat hati-hati dan bertahap. SEC dan CFTC bergerak menuju buku aturan kripto yang terpaduPedoman ini juga mengikuti upaya regulator AS untuk memperbaiki masalah yang sudah lama ada: fragmentasi.

Selama bertahun-tahun, perbedaan antara Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan CFTC menciptakan ketidakpastian tentang aturan mana yang berlaku untuk pasar kripto.

Ketua SEC Paul Atkins baru-baru ini mengakui kebingungan tersebut, mencatat hubungan antara kedua lembaga tersebut seringkali membuat perusahaan harus berurusan dengan “dua lembaga, dua rezim peraturan” dan persyaratan yang tumpang tindih.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya