Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara tegas menyatakan bahwa gelaran Piala Dunia 2026 akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Komitmen FIFA untuk memastikan turnamen akbar ini berlangsung dengan partisipasi penuh dari seluruh tim peserta menjadi fokus utama.
Infantino menekankan bahwa FIFA memiliki jadwal yang sudah pasti dan berkeinginan kuat agar Piala Dunia edisi mendatang dapat terlaksana sesuai rencana awal. Pernyataan tersebut muncul menyusul adanya keraguan terkait kehadiran Iran dalam turnamen, khususnya setelah Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyuarakan keberatan untuk bertanding di Amerika Serikat. FIFA berharap semua tim dapat berkompetisi dengan semangat fair play dan saling menghormati di lapangan hijau.
Advertisement
Komunikasi intensif terus dilakukan oleh FIFA dengan seluruh asosiasi anggota yang akan berpartisipasi, termasuk Iran, guna membahas segala aspek perencanaan Piala Dunia 2026. Upaya ini menunjukkan dedikasi FIFA dalam menjaga kelancaran persiapan serta mengatasi potensi hambatan yang mungkin muncul demi suksesnya perhelatan akbar sepak bola dunia.
FIFA Tolak Permintaan Pindah Venue dari Iran
Meskipun ada upaya negosiasi, FIFA secara resmi menolak permintaan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk memindahkan lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko. Keputusan ini menegaskan bahwa seluruh rangkaian turnamen akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah diumumkan sebelumnya. Penolakan ini menjadi respons atas kekhawatiran Iran mengenai faktor keamanan.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk menggeser pertandingan fase grup. Alasan utama di balik permintaan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik serta konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Taj bahkan mengutip pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran jika bertanding di Amerika Serikat.
Iran dijadwalkan untuk memainkan dua pertandingan fase grup di Los Angeles, melawan Selandia Baru dan Belgia, serta satu pertandingan di Seattle menghadapi Mesir. Meski ada jaminan awal dari Infantino, pernyataan Trump tersebut telah meningkatkan ketidakpastian seputar logistik partisipasi Iran. Namun, FIFA tetap pada pendiriannya untuk tidak mengubah jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan.