Iran Tegaskan Tak Berniat Absen di Piala Dunia 2026, Tapi Tetap Boikot AS

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menegaskan tidak ingin menarik diri dari Piala Dunia 2026 namun tetap menolak bertanding di Amerika Serikat.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 19 Maret 2026, 21:00 WIB
Timnas sepak bola Iran berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menegaskan tidak memiliki niat untuk batal mengirimkan Timnas Iran ke Piala Dunia 2026. Induk sepak bola di Iran tersebut hanya akan menolak bertanding di Amerika Serikat.

Teka-teki keikutsertaan Timnas Iran dalam Piala Dunia 2026 tampaknya mulai menemui titik terang. Negara Asia pertama yang mengunci tiket lolos putaran final pesta sepak bola dunia tersebut akhirnya memberikan pernyataan tegas dan kejelasan terkait nasibnya.

Kepastian itu diungkap oleh Presiden FFIRI Mehdi Tej. Ia menerangkan bahwa Timnas Iran  tidak akan menarik diri dari Piala Dunia 2026 dan akan tetap melakukan persiapan sebelum turnamen digelar pada 11 Juni hingga 29 Juli mendatang di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada.

"Kami akan memboikot Amerika, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia,” kata Taj dipetik dari Kantor Berita Reuters, Kamis (19/3).


Minta FIFA Pindah Lokasi Pertandingan ke Meksiko

Asisten pengundian, Tom Brady, Asisten pengundian, Shaquille O’Neal, Konduktor Samantha Johnson, Legenda FIFA, Rio Ferdinand, Asisten pengundian, Aaron Judge, dan Asisten pengundian, Wayne Gretzky berdiri di atas panggung saat Iran ditampilkan di layar selama Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Kevin Dietsch/Getty Images via AFP)

FFIRI sebelumnya sudah menyampaikan bahwa mereka tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan lokasi pertandingan Timnas Iran di Piala Dunia 2026. Mereka ingin Team Melli berlaga di Meksiko, bukan di Amerika Serikat sesuai dengan jadwal awal yang telah dirilis pada 6 Desember 2025.

Permintaan itu diajukan menyusul konflik geopolitik antara Iran dengan AS selaku salah satu negara tuan rumah. Iran merasa tim nasionalnya tidak mendapatkan jaminan keamanan jika bermain di AS selama Piala Dunia 2026.


Disambut Meksiko, Tapi Ditolak FIFA

Logo FIFA dari markas besarnya di Zurich, Swiss. Foto diambil pada 20 Oktober 2010 jelang biding Piala Dunia 2018 dan 2022.AFP PHOTO/SEBASTIAN DERUNGS

Keinginan Iran itu kemudian mendapatkan reaksi dari negara tuan rumah yang dituju dan FIFA. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa negaranya akan terbuka untuk menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2026 untuk Iran dalam menjalani laga grup G melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Namun tidak demikian dengan FIFA. Induk sepak bola dunia tersebut menyiratkan tidak akan memenuhi permintaan Iran. FIFA menyatakan bahwa mereka hingga kini terus berkoordinasi dengan para asosiasi negara peserta dan jadwal serta lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 tidak akan berubah.


Persiapan Timnas Iran Terus Berjalan

Terlepas dari itu, Timnas Iran terus mempersiapkan diri untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Salah satunya dengan mengikuti FIFA Matchday Maret 2026 melawan Nigeria pada 27 Maret dan Kosta Rika empat hari kemudian di Antalya sebagai bagian dari turnamen undangan empat negara yang harus dipindahkan dari Yordania karena konflik di Timur Tengah.

"Tim nasional mengadakan kamp pelatihan di Turki, dan kami juga akan memainkan dua pertandingan persahabatan di sana," kata Mehdi Taj.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya