Wamentan Kirim Pesan ke Produsen Nakal: Siapa Melanggar akan Ditindak Tegas

Satgas Pangan siap memberikan sanksi tegas kepada para produsen nakal yang menjual bahan pokok di atas HET.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 19 Maret 2026, 10:13 WIB
(Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menekankan Satgas Pangan siap memberikan sanksi tegas kepada para produsen nakal yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), menjelang Lebaran.

Hal ini dilakukan untuk menjaga agar harga komoditas pangan strategis atau sembako tetap stabil pada momen hari raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

"Bagaimana kita memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan, apalagi di situasi Ramadan dan Idulfitri ini,” kata Sudaryono dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idulfitri, di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Dia mencontohkan pengawasan daging, dimana Satgas Pangan akan memonitor sentra-sentra produksi daging. Mulai dari, tempat penggemukan sapi, rumah potong hewan (RPH), hingga ke pedagang di hilir.

"Sehingga kita bisa telusuri mana kala ada harga di atas HET (harga eceran tertinggi). Maka, trace-nya ketahuan siapa yang menaikkan harga yang tidak sesuai dengan aturan," ujarnya.

Hal yang sama juga diberlakukan untuk memantau komoditas telur dan daging ayam. Dengan begitu, Satgas Pangan bisa dengan mudah memantau di titik mana produsen melakukan mark up harga.

Jika terbukti ada yang mengerek harga, Satgas Pangan akan langsung memberikan sanksi mulai dari administratif seperti mencabut usaha hingga pidana jika ada kecurangan.

"Sudah ada beberapa contoh di beberapa tempat dan di waktu-waktu yang lampau. Siapa yang melanggar akan ditindak tegas karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak" jelas Sudaryono.

Wamentan Ajak Warga Viralkan

Menurut dia, harga komoditas pangan strategis ini mendapat perhatian besar dari Presiden Prabowo Subianto.

"Bapak Presiden secara dekat, secara berkala, dan secara intens memonitor," ucap dia.

Sudaryono meminta masyarakat aktif melaporkan apabila masih ditemukan ada harga sembako yang tidak sesuai HET. Laporan dapat disampaikan melalui telepon atau melalui media sosial.

"Mau diviralkan, boleh. Tapi tentunya tugas kita adalah menyelesaikan persoalan, mencari masalah, menemukan solusi," tutur dia.

"Kami juga berharap, jangan sampai 1-2 titik misalnya yang kemudian tidak sesuai, dianggap semuanya mahal, enggak. Kita juga harus arif dan bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang di media," sambung Sudaryono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya