Liputan6.com, Jakarta - Pasien yang mengalami gangguan irama jantung atau aritmia masih bisa melakukan perjalanan mudik saat Lebaran, asalkan mereka tetap memperhatikan kesehatan mereka.
Untuk memastikan perjalanan mudik lebih aman bagi pasien dengan gangguan ini, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia, Dicky Armein Hanafy, memberikan lima saran penting, antara lain:
Advertisement
1. Pastikan Kondisi Jantung Stabil Sebelum Berangkat
Sebelum memulai perjalanan jauh, sangat disarankan bagi pasien aritmia untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Proses evaluasi ini krusial untuk memastikan bahwa kondisi jantung dalam keadaan stabil dan terapi serta obat yang diberikan sudah sesuai dan efektif.
2. Jangan Melewatkan Obat
Selama perjalanan, pasien harus memastikan membawa cukup persediaan obat, termasuk cadangan jika terjadi keterlambatan. Mengonsumsi obat secara teratur merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kestabilan irama jantung agar tetap terjaga.
3. Hindari Kelelahan dan Kurang Tidur
Perjalanan yang panjang sering kali menyebabkan seseorang tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Namun, kurang tidur dan stres fisik dapat menjadi pemicu timbulnya aritmia pada beberapa pasien.
4. Jaga Hidrasi dan Pola Makan
Kondisi dehidrasi dapat memperburuk kesehatan jantung. Oleh karena itu, disarankan agar pasien cukup minum air putih dan membatasi konsumsi minuman berkafein serta minuman berenergi yang dapat menyebabkan jantung berdebar.
5. Lakukan Istirahat Secara Berkala
Ketika melakukan perjalanan darat yang memakan waktu lama, penting untuk berhenti dan istirahat setiap beberapa jam.
"Peregangan ringan atau berjalan sebentar juga membantu menjaga sirkulasi darah," ujar dokter yang berpraktik di Heartology Cardiovascular Hospital, sebagaimana dikutip dari keterangan pers pada Senin (16/3/2026).
Reporter/Laporan: Ade Nasihudin Al Ansori
Apabila Gangguan Irama Jantung Terjadi Saat Perjalanan
Pasien yang mengalami aritmia kadang-kadang melaporkan gejala seperti detak jantung yang cepat, rasa pusing, atau kesulitan bernapas, terutama saat sedang dalam perjalanan.
Dalam situasi seperti ini, Dicky merekomendasikan beberapa langkah awal yang bisa diambil, yaitu segera menghentikan aktivitas dan mencari posisi duduk atau berbaring dengan nyaman.
Penting untuk melakukan pernapasan dalam secara perlahan guna menenangkan detak jantung yang tidak teratur.
Untuk beberapa jenis aritmia, melakukan manuver vagal yang sederhana, seperti mengejan dengan lembut atau batuk, dapat membantu mengembalikan irama jantung ke normal.
Selain itu, minum air putih juga dianjurkan untuk menghindari dehidrasi yang dapat memperburuk gejala yang dirasakan.
"Namun apabila keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai nyeri dada, sesak berat, atau pingsan, pasien harus segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat," saran Dicky.
Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul, karena bisa jadi merupakan tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Menanggapi gejala dengan cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi lebih lanjut dan memastikan keselamatan pasien. Oleh karena itu, kesadaran akan kondisi kesehatan pribadi sangatlah penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat aritmia.
Panduan Aman Mudik untuk Pasien Aritmia
Dicky menekankan bahwa persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan dan kepatuhan terhadap pengobatan merupakan faktor penting untuk memastikan keamanan bagi pasien aritmia saat mudik.
"Dengan kondisi jantung yang stabil, pengobatan yang terkontrol, serta perencanaan perjalanan yang baik, pasien aritmia tetap dapat bepergian dengan aman dan menikmati perjalanan bersama keluarga," jelas Dicky.
Selain itu, berbagai penelitian dan panduan klinis internasional mengindikasikan bahwa perjalanan jarak jauh, termasuk penerbangan, biasanya aman bagi pasien aritmia yang berada dalam kondisi stabil secara klinis.
Namun, meskipun perjalanan tersebut dianggap aman, pasien aritmia tetap harus memperhatikan beberapa aspek penting sebelum dan selama perjalanan mereka.
Memastikan kesehatan jantung tetap terjaga dan mengikuti saran medis adalah langkah-langkah yang tidak boleh diabaikan. Dengan demikian, pasien aritmia dapat menjalani perjalanan yang menyenangkan tanpa mengabaikan kesehatan mereka.