Chelsea Dihujani Cemoohan Fans Saat Lawan PSG, The Blues Memang Pantas Dikritik

Chelsea tersingkir dari Liga Champions usai kalah telak dari PSG. Liam Rosenior memahami kekecewaan fans di Stamford Bridge.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 18 Maret 2026, 12:30 WIB
Fans Chelsea meninggalkan stadion saat laga melawan PSG masih berlangusng pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea harus menelan pil pahit saat menjamu PSG pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. Bermain di Stamford Bridge, Rabu (18/03/2026) dini hari WIB, The Blues justru tampil di bawah tekanan.

Harapan untuk bangkit setelah kekalahan di leg pertama tidak terwujud. Chelsea kembali tumbang, kali ini dengan skor telak 0-3 di hadapan pendukungnya sendiri.

Gol-gol dari Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola, dan Senny Mayulu memastikan dominasi PSG dalam dua leg pertandingan. Hasil ini membuat Chelsea tersingkir dengan agregat mencolok 8-2.

Kekalahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari para suporter tuan rumah. Sorakan kekecewaan terdengar sejak jeda babak pertama hingga peluit panjang berbunyi.


Rosenior tak Tutup Mata, Pahami Emosi Suporter

Momen itu terjadi tak lama setelah gol ketiga PSG pada menit ke-62. Kekecewaan fans terlihat jelas, bahkan ketika pertandingan masih menyisakan waktu cukup panjang. (AFP/Franck Fife)

Atmosfer di stadion berubah menjadi penuh tekanan seiring jalannya laga. Sebagian fans bahkan terlihat meninggalkan stadion sebelum pertandingan benar-benar usai.

Reaksi itu menjadi bukti betapa besarnya ekspektasi terhadap klub sebesar Chelsea. Hasil buruk yang berulang dalam dua leg membuat kesabaran pendukung akhirnya habis. Manajer The Blues, Liam Rosenior, mengaku tidak terkejut dengan respons tersebut.

Ketika ditanya tentang suasana di stadion, Rosenior berkata: "Saya pikir itu dua arah. Ini adalah klub sepak bola yang fantastis di mana para penggemar menginginkan kesuksesan secara instan dan itu memang wajar mengingat ukuran klub ini. Saya harus mengatakan, saya mengerti mengapa para penggemar frustrasi karena skor agregat dalam pertandingan tersebut," ucapnya, seperti dikutip dari ESPN.

"Mereka ingin kami menang. Jadi, saya sepenuhnya mengerti dan saya memahaminya sebelum saya datang. Saya juga ingin membuat mereka bahagia dan memberi mereka malam yang pantas mereka dapatkan. Bukan hanya saya, tetapi kami sebagai sebuah kelompok, sebagai sebuah tim," ujarnya.


Pelajaran Pahit yang Harus Dibayar Mahal

Hasil tersebut memperpanjang periode sulit The Blues, yang kini hanya mampu mencatat satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di waktu normal di semua ajang. (AFP/Franck Fife)

Kekalahan telak ini menjadi pukulan besar bagi Chelsea di pentas Eropa. Menurut Rosenior, kekalahan ini memberikan pelajaran penting bagi timnya.

Ia menyoroti dua aspek utama yang menjadi penyebab kegagalan Chelsea melangkah lebih jauh. Ia mengatakan lini serang harus tajam dan lini belakang harus kokoh jika ingin melaju jauh di Liga Champions.

"Kita harus belajar di level tertinggi untuk bermain klinis dan memastikan kita menjaga pertahanan tetap rapat. Kita tidak melakukan keduanya dalam dua leg pertandingan dan itulah mengapa kita tersingkir dari kompetisi," ujar Rosenior.

(ESPN)


Klasemen Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya